Amazon secara resmi mengumumkan kebijakan strategis terkait layanan crowdsourcing mereka, Mechanical Turk. Mulai 30 Juli 2026, platform tersebut tidak akan lagi menerima pendaftaran pelanggan baru. Amazon Web Services (AWS) menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan yang matang, namun menegaskan bahwa pelanggan lama tetap dapat menggunakan layanan tersebut seperti biasa.
Meski layanan tidak ditutup sepenuhnya, AWS mengungkapkan bahwa mereka tidak lagi berencana untuk memperkenalkan fitur baru. Perusahaan saat ini hanya berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketersediaan sistem bagi pengguna eksisting. Langkah ini secara efektif menempatkan Mechanical Turk dalam status pemeliharaan minimal, atau sering disebut sebagai berada dalam kondisi 'life support'.
Sejak diluncurkan pada tahun 2005, Mechanical Turk telah menjadi pasar tenaga kerja mikro di mana individu dibayar untuk melakukan tugas sederhana yang sulit diotomatisasi, seperti verifikasi CAPTCHA atau analisis sentimen kalimat. Platform ini sempat menjadi sorotan dunia karena perannya dalam perdebatan etika kerja crowdsourcing, termasuk keterlibatannya dalam skandal data Facebook-Cambridge Analytica.
Dalam perkembangannya, Amazon sempat mengintegrasikan platform ini ke dalam ekosistem SageMaker AI untuk melatih model saraf (neural networks). Namun, Mechanical Turk juga kerap dikaitkan dengan praktik 'fake-it-till-you-make-it' di dunia AI, di mana produk yang diklaim berbasis kecerdasan buatan sebenarnya dikerjakan secara manual oleh manusia di balik layar.
Ironi muncul ketika teknologi yang dibantu oleh platform ini justru mulai menggantikan pekerjanya sendiri. Sebuah analisis tahun 2023 menunjukkan bahwa hampir separuh pekerja di Mechanical Turk telah menggunakan model bahasa besar (LLM) untuk menyelesaikan tugas mereka. Hal ini menimbulkan keraguan serius mengenai kualitas data pelatihan yang dihasilkan dan relevansi keberadaan manusia dalam rantai pasokan AI tersebut.
Saat ini, komunitas pengguna dan peneliti telah banyak meninggalkan platform ini karena maraknya bot dan aktivitas penipuan. Banyak pengamat industri memprediksi bahwa keputusan untuk menutup akses bagi pelanggan baru hanyalah langkah awal sebelum Amazon akhirnya memutuskan untuk mematikan server Mechanical Turk sepenuhnya di masa depan, mengingat keterbatasan efisiensi dan perubahan lanskap teknologi saat ini.