Amazon kini tengah menyusun strategi agresif untuk mengejar ketertinggalan mereka di pasar kecerdasan buatan (AI) global. Raksasa teknologi ini berencana untuk menantang dominasi OpenAI dan Anthropic melalui pendekatan dua arah, yakni memperkuat ekosistem Bedrock dan mengembangkan model bahasa besar buatan sendiri yang diberi nama Nova2.
Platform Bedrock milik Amazon berfungsi sebagai marketplace yang memungkinkan pelanggan cloud mengakses berbagai model AI pihak ketiga. Di sisi lain, kehadiran Nova2 diposisikan sebagai pesaing langsung bagi model-model canggih seperti GPT-5.5 dan Claude. Amazon berharap model internal ini dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan integrasi lebih dalam dengan infrastruktur AWS.
Selain pengembangan model, Amazon juga memanfaatkan kemitraan strategisnya dengan Anthropic melalui investasi besar senilai $33 miliar. Langkah ini dinilai krusial tidak hanya untuk mengamankan pendapatan cloud, tetapi juga untuk mendapatkan wawasan teknis mendalam mengenai metodologi pelatihan model AI tingkat tinggi yang saat ini menjadi standar industri.
Optimasi perangkat keras tetap menjadi pilar utama dalam rencana pemulihan posisi Amazon di pasar AI. Perusahaan ini terus mengembangkan semikonduktor kustom melalui lini Trainium dan Graviton. Chip ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan beban kerja AI yang berat, dengan generasi terbaru, Trainium3, yang diklaim mampu memberikan performa empat kali lipat dibandingkan pendahulunya.
Saat ini, Amazon menyediakan kapasitas komputasi ini melalui layanan sewa di AWS. Namun, terdapat indikasi kuat bahwa kepemimpinan perusahaan sedang mempertimbangkan langkah strategis untuk menjual rak server fisik yang dilengkapi dengan chip kustom tersebut kepada pihak ketiga di masa depan, guna memperluas jangkauan teknologi mereka di luar ekosistem AWS.
Meskipun pimpinan AI Amazon mengakui adanya kesenjangan performa saat ini, mereka tetap optimistis bahwa perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mengejar ketertinggalan dalam satu tahun ke depan. Dengan kombinasi antara kekuatan infrastruktur cloud, inovasi perangkat keras kustom, dan model AI yang kompetitif, Amazon bertekad untuk kembali menjadi pemain kunci dalam perlombaan teknologi kecerdasan buatan global.