Amazon dikabarkan tengah memperluas jangkauan asisten kecerdasan buatan (AI) percakapan terbarunya, Alexa+, ke pasar India. Langkah strategis ini ditandai dengan dimulainya program pengujian beta yang secara khusus menyertakan dukungan bahasa Hindi bagi para pengguna di negara tersebut.
Berdasarkan laporan yang beredar, Amazon telah mulai mengirimkan undangan melalui email kepada pelanggan terpilih di India. Dalam undangan tersebut, perusahaan mengajak pengguna untuk berpartisipasi dalam program pengujian Alexa+ dan memberikan umpan balik berharga guna menyempurnakan kemampuan asisten AI tersebut agar lebih relevan dengan konteks lokal.
Amazon secara terbuka mengakui bahwa perangkat lunak versi beta ini masih dalam tahap pengembangan awal. Perusahaan memberikan catatan bahwa sistem mungkin masih menemui kendala teknis, memberikan informasi yang tidak akurat, atau mengalami kesulitan dalam memahami nuansa pelafalan bahasa lokal yang kompleks.
Langkah ini merupakan upaya Amazon untuk memperdalam penetrasi pasar di India, mengingat terdapat lebih dari 600 juta penutur bahasa Hindi. Perusahaan menyadari bahwa banyak pengguna di wilayah tersebut sering melakukan percakapan dengan gaya bahasa campuran antara Hindi dan Inggris, yang menuntut kecerdasan AI untuk memahami konteks budaya dengan lebih baik.
Alexa+ sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Amazon pada tahun 2025 dengan mengintegrasikan teknologi AI generatif. Meskipun peluncurannya di Amerika Serikat sempat berjalan bertahap, kini Amazon mulai memperluas jangkauan layanan ini ke berbagai negara seperti Inggris, Kanada, Brasil, Meksiko, Italia, dan Jerman dengan penyesuaian konteks lokal masing-masing.
Saat ini, Alexa+ belum tersedia secara luas bagi publik di India dan Amazon belum memberikan keterangan resmi mengenai jadwal peluncuran komersialnya. Layanan ini nantinya diproyeksikan akan tersedia secara gratis bagi pelanggan Prime, sementara pengguna non-Prime dapat mengaksesnya melalui skema biaya berlangganan bulanan.