Gaya Hidup

Anggota Mapala UI Jalankan Misi 'Menapak Bumi': Bersepeda 1.634 KM ke Lombok Sambil Mendaki 13 Gunung

Anggota Mapala UI Jalankan Misi 'Menapak Bumi': Bersepeda 1.634 KM ke Lombok Sambil Mendaki 13 Gunung

Ringkasan

  • Anggota Mapala UI, Mochamad Aqil Fajar Asyabani, memulai misi bersepeda sejauh 1.634 km dari Depok ke Lombok sambil mendaki 13 gunung tinggi.

Seorang anggota Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI), Mochamad Aqil Fajar Asyabani (25), resmi memulai ekspedisi penjelajahan ambisius bertajuk 'Menapak Bumi: Bike-Hiking Jawa-Bali-Lombok'. Perjalanan ini dimulai secara simbolis dari Sekretariat Mapala UI di Depok, Jawa Barat, pada Minggu (5/7). Aqil berencana menempuh perjalanan darat sejauh 1.634 kilometer dengan total elevasi mencapai 23.550 meter, yang akan menghubungkan Pulau Jawa, Bali, hingga berakhir di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dalam ekspedisi yang direncanakan berlangsung selama 54 hari ini, Aqil tidak hanya sekadar bersepeda. Ia memiliki misi khusus untuk mendaki 13 gunung dengan ketinggian di atas 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang tersebar di sepanjang rute perjalanannya. Beberapa target puncak gunung yang akan ditaklukkan antara lain Gunung Pangrango, Ciremai, Arjuno, Argopuro, hingga Gunung Rinjani di Lombok.

Aqil, yang merupakan lulusan program studi Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI, mengungkapkan bahwa persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari. Ia mendapatkan dukungan penuh dari komunitas Mapala UI dan Mapala UI Bersepeda, baik dari segi teknis peralatan, latihan fisik, hingga pendampingan strategi perjalanan. Dukungan kolektif ini menjadi fondasi utama yang menguatkan mental dan fisiknya untuk menghadapi medan yang menantang.

Metode yang diterapkan Aqil adalah mengayuh sepeda hingga ke kaki gunung tujuan, kemudian menitipkan sepedanya di basecamp pendakian sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak dengan berjalan kaki. Medan yang dilalui pun sangat bervariasi, mulai dari jalan raya nasional hingga jalur pedesaan yang menanjak dan berkelok-kelok. Selama perjalanan, ia juga akan berkolaborasi dengan organisasi Mapala setempat di setiap wilayah sebagai titik singgah dan rekan pendakian.

Inspirasi besar di balik aksi ini datang dari atlet ultra-endurance dunia, Killian Jornet, yang dikenal dengan prinsip 'human power' atau tenaga manusia murni dalam setiap petualangannya. Aqil menekankan bahwa ia akan mengedepankan prinsip mandiri, minimalis, dan tetap mematuhi regulasi pendakian yang berlaku di setiap kawasan gunung yang ia kunjungi. Seluruh rangkaian etape bersepeda dan pendakian ini juga akan didokumentasikan secara sistematis.

Melalui ekspedisi ini, Aqil berharap dapat membuktikan bahwa dengan persiapan serius dan ketahanan mental yang kuat, manusia mampu melampaui batasan fisik yang ekstrem. Lebih dari itu, ia ingin memperkenalkan format petualangan baru di komunitas outdoor Indonesia yang menggabungkan efisiensi mobilitas sepeda dengan pendakian gunung, sekaligus mempromosikan gaya hidup petualangan yang ramah lingkungan dan berbasis tenaga manusia.

Mengapa Ini Penting

Ekspedisi ini menjadi tolok ukur baru bagi komunitas petualang di Indonesia dalam mengintegrasikan mobilitas berkelanjutan dengan aktivitas luar ruang. Selain menantang batas fisik, pendekatan 'human power' ini menginspirasi efisiensi logistik dan gaya hidup mandiri di tengah tren pariwisata petualangan yang semakin berkembang.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
5 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit