Apple resmi menaikkan harga jual untuk lini produk iPad dan MacBook pada Kamis (25/6). Keputusan ini diambil perusahaan setelah mereka menyatakan tidak lagi mampu menanggung beban biaya komponen memori dan penyimpanan yang terus melambung tinggi akibat masifnya pembangunan pusat data untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).
Meskipun kenaikan ini tidak menyentuh iPhone, produk unggulan utama Apple, dampaknya cukup signifikan bagi segmen laptop. Salah satunya adalah seri 'Neo', laptop entry-level yang dirancang untuk bersaing dengan Chromebook dan laptop Windows murah, mengalami lonjakan harga dari 599 dolar AS menjadi 699 dolar AS, hanya beberapa bulan setelah peluncuran perdananya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa raksasa teknologi sekalipun tidak kebal terhadap gejolak rantai pasok global. Produsen memori seperti Micron saat ini lebih memprioritaskan pesanan dari perusahaan chip AI seperti Nvidia guna mengejar keuntungan besar, sehingga pasokan memori untuk produsen elektronik konsumen menjadi terbatas dan mahal.
Dalam pernyataan resminya, Apple mengakui bahwa mereka belum pernah menghadapi kenaikan harga komponen yang begitu drastis dan cepat dalam sejarah perusahaan. Meski sempat berupaya menyerap biaya tambahan tersebut agar tidak membebani konsumen, Apple kini terpaksa melakukan penyesuaian harga demi menjaga stabilitas margin keuntungan.
Data dari firma riset TrendForce mencatat bahwa harga Dynamic Random Access Memory (DRAM) telah melonjak hingga 98 persen pada kuartal pertama 2026. Situasi yang dijuluki para ahli sebagai 'RAMageddon' ini diprediksi akan terus berlanjut dengan kenaikan tambahan sebesar 58 hingga 63 persen pada kuartal berjalan, didorong oleh tingginya permintaan infrastruktur AI global.
CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya telah memberikan sinyal peringatan terkait hal ini kepada para analis pada April lalu. Ia menegaskan bahwa biaya memori akan memberikan dampak yang semakin signifikan terhadap operasional bisnis perusahaan di luar kuartal Juni. Sebagai langkah mitigasi, Apple menyatakan pihaknya terus bekerja keras mencari solusi alternatif agar tekanan harga ini tidak berkepanjangan bagi para pengguna setianya.