Teknologi

Bandung Tuan Rumah Konferensi Insinyur Se-Asia Tenggara CAFEO 44 pada Oktober 2026

Bandung Tuan Rumah Konferensi Insinyur Se-Asia Tenggara CAFEO 44 pada Oktober 2026

Ringkasan

  • Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bersiap menggelar CAFEO ke-44 di Bandung pada Oktober 2026 dengan konsep kunjungan teknis di tujuh lokasi strategis.

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) resmi mengumumkan persiapan matang untuk perhelatan Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44. Acara bergengsi bagi para insinyur se-Asia Tenggara ini dijadwalkan berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat, pada 20 hingga 22 Oktober 2026.

Direktur Eksekutif PII sekaligus Ketua Organizing Committee CAFEO, Santhi Serad, menyampaikan bahwa konferensi kali ini akan menyuguhkan format yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Fokus utama penyelenggaraan bukan sekadar pertemuan di dalam hotel, melainkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kunjungan langsung ke berbagai fasilitas strategis.

Agenda besar yang telah disiapkan mencakup rangkaian konferensi, pameran keinsinyuran, kelompok kerja (working group), serta kunjungan teknis (technical visit). Seluruh kegiatan tersebut akan disebar di tujuh lokasi ikonik di Bandung yang disesuaikan dengan tema spesifik dari masing-masing kelompok kerja.

Salah satu sorotan utama adalah keterlibatan industri strategis nasional. PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menjadi tuan rumah untuk kelompok kerja logistik dan transportasi, sementara PT Pindad (Persero) akan memfasilitasi diskusi mengenai teknologi berkembang dengan kunjungan teknis terkait produksi kendaraan tempur dan persenjataan.

Selain itu, sektor pendidikan dan riset juga dilibatkan secara aktif. Institut Teknologi Bandung (ITB) dijadwalkan menjadi lokasi diskusi kelompok kerja pendidikan dan pengembangan kapasitas. Di sisi lain, Museum Geologi akan menjadi pusat pembahasan mengenai kesiapsiagaan bencana, serta PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan mendalami mobilitas teknik melalui tur produksi pesawat.

Santhi menambahkan bahwa sinergi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis bagi para delegasi internasional. Sebagai contoh, Bio Farma akan menjadi lokasi pembahasan teknik pangan dan pertanian, sekaligus memberikan wawasan mengenai proses produksi farmasi skala global. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam peta keinsinyuran regional ASEAN.

Mengapa Ini Penting

Konferensi ini menjadi ajang strategis bagi Indonesia untuk memamerkan kapabilitas industri pertahanan, transportasi, dan farmasi di kancah regional. Melalui kolaborasi lintas negara, para insinyur lokal dapat memperluas jaringan profesional sekaligus mengadopsi standar global dalam pengembangan teknologi berkelanjutan.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
2 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit