Robin Zeng Yuqun, pemimpin Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL) yang merupakan produsen baterai kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia, memberikan pandangan skeptis terkait masa depan teknologi baterai solid-state. Dalam pernyataannya, Zeng menepis ekspektasi pasar yang terlalu tinggi mengenai adopsi teknologi ini dalam jangka pendek dan memprediksi titik balik komersial baru akan tercapai pada tahun 2030.
Berbicara dalam panel di World Economic Forum Annual Meeting of the New Champions atau Summer Davos yang berlangsung di Dalian, Tiongkok, pendiri CATL tersebut menekankan bahwa kelayakan komersial dari generasi baterai masa depan ini masih menjadi tantangan besar. Ia menegaskan bahwa industri belum mencapai tahap di mana teknologi tersebut siap untuk diadopsi secara massal oleh produsen otomotif global.
Dalam penilaian teknis yang ia sampaikan, Zeng mengibaratkan perkembangan teknologi baterai solid-state saat ini berada pada skala empat dari sembilan. Artinya, meskipun penelitian terus berjalan, kesiapan teknis masih berada di bawah tahap kematangan yang dibutuhkan untuk produksi skala besar. Kesenjangan antara laboratorium dan pasar tetap menjadi hambatan utama yang harus diatasi oleh para insinyur.
Zeng juga menyoroti ketidakpastian pasar terkait penerimaan produk tersebut. Menurutnya, meskipun nantinya produk baterai solid-state berhasil diproduksi dan dikirimkan kepada konsumen, belum ada jaminan bahwa teknologi tersebut akan diterima dengan baik atau mampu mencapai kesuksesan komersial yang signifikan di pasar yang saat ini sudah didominasi oleh baterai lithium-ion konvensional.
Teknologi baterai solid-state sendiri selama ini digadang-gadang sebagai alternatif superior dibandingkan baterai lithium-ion yang umum digunakan saat ini. Dengan menggunakan elektrolit padat untuk menghantarkan ion di antara elektroda, baterai ini menjanjikan keamanan yang lebih tinggi serta densitas energi yang lebih besar. Namun, kompleksitas manufaktur menjadi faktor yang membuat biaya produksinya masih sangat tinggi.
Pernyataan resmi dari pihak CATL pada hari Kamis mengonfirmasi pandangan Zeng tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa produksi massal untuk teknologi ini kemungkinan besar tidak akan dimulai sebelum tahun 2030. Hal ini menandakan bahwa produsen kendaraan listrik harus tetap mengandalkan teknologi baterai cair yang ada saat ini untuk beberapa tahun ke depan, sembari menunggu inovasi solid-state mencapai kematangan teknis dan ekonomis.