Bisnis & Startup

BPS DKI Jakarta Pastikan Kerahasiaan Data dalam Sensus Ekonomi 2026

BPS DKI Jakarta Pastikan Kerahasiaan Data dalam Sensus Ekonomi 2026

Ringkasan

  • BPS DKI Jakarta menjamin kerahasiaan data pelaku usaha dalam Sensus Ekonomi 2026 demi mendukung pembangunan ekonomi nasional yang akurat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto, memberikan jaminan penuh terkait perlindungan dan kerahasiaan data yang akan diberikan oleh para pelaku usaha dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Sensus yang dijadwalkan menjadi edisi kelima sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1986 ini merupakan instrumen krusial bagi pemerintah dalam memetakan dinamika ekonomi nasional.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kadarmanto menegaskan bahwa kewajiban menjaga kerahasiaan data tersebut telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Oleh karena itu, seluruh informasi yang diberikan oleh responden akan dilindungi oleh hukum dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik pembangunan.

Untuk memastikan integritas data, BPS telah melakukan persiapan matang, termasuk pelatihan intensif bagi seluruh petugas sensus. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teknis pendataan, tetapi juga menekankan pada aspek etika profesional dan standar operasional prosedur dalam berkomunikasi dengan masyarakat agar data yang diperoleh valid dan akurat.

Cakupan Sensus Ekonomi 2026 sangat luas, meliputi seluruh skala usaha mulai dari sektor mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan berskala besar. Objek pendataan mencakup berbagai entitas, seperti warung kelontong, bengkel, toko retail, hingga perusahaan yang beroperasi di pusat-pusat perkantoran dan mal di seluruh wilayah Jakarta.

Partisipasi aktif pelaku usaha dalam sensus ini dinilai sangat strategis bagi pengembangan ekonomi daerah. Data yang terkumpul akan menjadi basis acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan publik yang tepat sasaran, termasuk pengembangan infrastruktur pendukung dan program pemberdayaan UMKM agar lebih berdaya saing di pasar global.

Proses pendataan nasional ini akan berlangsung secara serentak mulai tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. BPS berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat bekerja sama memberikan data yang jujur, guna mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang didukung oleh ekosistem data ekonomi yang akurat dan terpercaya.

Mengapa Ini Penting

Sensus Ekonomi 2026 sangat penting bagi pelaku bisnis karena data ini akan menjadi acuan utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan fiskal dan infrastruktur masa depan. Kepercayaan masyarakat terhadap privasi data menjadi kunci keberhasilan pengumpulan data yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti di era ekonomi digital.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit