Pemerintah Kota Medan kembali menggelar perhelatan budaya tahunan, Gelar Melayu Serumpun, yang ke-9 pada Senin (29/6/2026). Acara yang berlangsung meriah ini tidak hanya menampilkan pertunjukan seni tradisional, tetapi juga menghadirkan kekayaan kuliner khas Melayu yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat setempat maupun wisatawan yang hadir di lokasi kegiatan.
Salah satu menu yang mencuri perhatian dan menjadi primadona dalam acara tersebut adalah bubur pedas. Hidangan tradisional ini disajikan secara cuma-cuma kepada masyarakat oleh Pemerintah Kota Medan sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya kuliner Melayu yang mulai jarang ditemukan di ruang publik.
Sebanyak 1.000 porsi bubur pedas disiapkan khusus oleh panitia untuk dibagikan kepada warga yang antusias mengantre sejak awal acara. Proses memasak yang dilakukan langsung di area kegiatan memberikan pengalaman visual yang menarik, sekaligus memperlihatkan kerumitan dan keaslian bumbu rempah yang terkandung dalam hidangan tersebut.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang pembagian makanan gratis, melainkan langkah strategis Pemerintah Kota Medan dalam mempromosikan identitas budaya Melayu. Melalui promosi kuliner, pemerintah berharap generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai kekayaan kuliner lokal di tengah arus modernisasi makanan yang semakin masif.
Antusiasme warga terlihat jelas dari panjangnya antrean di stan penyajian bubur pedas. Banyak di antara pengunjung yang sengaja hadir untuk mencicipi hidangan otentik ini yang dikenal kaya akan rempah-rempah alami, memberikan cita rasa yang unik dibandingkan dengan jenis bubur pada umumnya.
Keberhasilan Gelar Melayu Serumpun ke-9 ini menegaskan komitmen Kota Medan dalam menjaga marwah kebudayaan Melayu. Dengan mengintegrasikan aspek kuliner dan seni, perhelatan ini berhasil menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat tali silaturahmi masyarakat sekaligus menjaga warisan nenek moyang agar tetap lestari di masa depan.