Para pengguna alat baris perintah (CLI) OpenAI Codex kini dihadapkan pada masalah teknis serius yang dapat mengancam integritas perangkat keras mereka. Sebuah bug pada sistem logging aplikasi ini ditemukan menyebabkan penulisan data yang sangat masif dan tidak wajar ke penyimpanan internal, yang secara langsung berdampak pada umur pakai SSD (Solid State Drive) pengguna.
Berdasarkan data teknis, volume penulisan data yang dihasilkan oleh bug ini mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni sekitar 37 terabyte (TB) hanya dalam kurun waktu tiga minggu. Jika diakumulasikan, laju penulisan ini dapat mencapai 640 TB per tahun, sebuah angka yang jauh melampaui batas daya tahan tulis (Total Bytes Written/TBW) dari kebanyakan SSD konsumen berkapasitas 1 TB yang umumnya hanya memiliki rating sekitar 600 TB.
Masalah ini menjadi semakin berbahaya karena sifatnya yang tersembunyi. Karena SQLite database yang digunakan sering melakukan pembersihan baris (pruning) dengan metode write-ahead logging, keausan fisik pada drive terjadi secara senyap di latar belakang. Akibatnya, pengguna tidak akan melihat perubahan ukuran file yang signifikan pada sistem mereka, sehingga kerusakan fisik pada komponen penyimpanan sering kali baru disadari setelah drive mengalami kegagalan fungsi.
Upaya mitigasi standar yang biasanya dilakukan pengguna, seperti memodifikasi variabel lingkungan (environment variables) melalui RUST_LOG, dilaporkan tidak efektif untuk menghentikan aktivitas logging yang agresif ini. Hal ini membatasi opsi bagi pengguna untuk mengendalikan tingkat aktivitas disk secara mandiri melalui pengaturan resmi yang disediakan oleh pengembang.
Sebagai langkah darurat untuk mencegah kerusakan permanen pada hardware, para ahli menyarankan pengguna untuk mengalihkan direktori log ke sistem file sementara berbasis RAM (RAM-backed temporary filesystem). Alternatif lainnya adalah menggunakan pemicu (trigger) pada SQLite untuk memblokir penyisipan data baru secara paksa, meskipun metode ini memerlukan keahlian teknis lebih lanjut bagi pengguna awam.
Meskipun pihak OpenAI telah merilis beberapa pembaruan terkait reliabilitas alat tersebut, bug spesifik yang memicu operasi penulisan data masif ini dikabarkan belum mendapatkan perbaikan resmi di repositori utama. Pengguna sangat disarankan untuk terus memantau pembaruan perangkat lunak atau membatasi penggunaan alat ini sementara waktu guna menghindari risiko kehilangan data akibat kegagalan SSD yang tidak terduga.