Pemerintah Tiongkok kembali memperluas jangkauan operasi pemberantasan korupsi di sektor pertahanan dan teknologi strategis. Bian Zhigang, pejabat senior industri pertahanan yang menjabat sebagai Wakil Kepala Administrasi Negara untuk Sains, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional (SASTIND), kini resmi berada dalam penyelidikan otoritas anti-rasuah.
Komisi Pusat Inspeksi Disiplin (CCDI), sebagai lembaga pengawas antikorupsi tertinggi di Tiongkok, mengumumkan bahwa Bian diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius. Istilah tersebut merupakan terminologi standar yang digunakan oleh Beijing untuk merujuk pada praktik korupsi, suap, dan penyalahgunaan wewenang di kalangan pejabat tinggi negara.
Selain perannya di SASTIND, Bian juga memegang posisi strategis sebagai Wakil Direktur Administrasi Antariksa Nasional Tiongkok (CNSA). Posisi ini menjadikan Bian sebagai wajah utama Tiongkok dalam berbagai forum kerja sama antariksa internasional, sehingga keterlibatannya dalam skandal ini menimbulkan spekulasi luas mengenai stabilitas manajemen program luar angkasa nasional mereka.
Bian telah menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya di SASTIND, sebuah badan pemerintah yang bertanggung jawab mengoordinasikan riset, pengembangan, dan produksi peralatan militer di sektor nuklir, dirgantara, penerbangan, perkapalan, dan elektronik. Ia baru saja diangkat menjadi wakil kepala SASTIND pada Februari 2024 sebelum akhirnya profilnya dihapus dari situs resmi pemerintah menyusul kabar penyelidikan tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang pejabat sektor pertahanan yang terjaring dalam kampanye bersih-bersih Presiden Xi Jinping. Sebelumnya, beberapa tokoh penting dalam industri militer dan pemetaan nasional juga telah dicopot dari jabatan mereka akibat tuduhan serupa, yang menunjukkan adanya upaya sistematis untuk membenahi integritas di dalam tubuh lembaga-lembaga strategis Tiongkok.
Langkah Beijing ini mencerminkan komitmen tegas untuk memastikan bahwa sektor teknologi pertahanan dan eksplorasi antariksa berjalan sesuai dengan visi jangka panjang negara. Meskipun penyelidikan ini memicu pertanyaan mengenai dampak operasional terhadap proyek-proyek yang sedang berlangsung, pemerintah Tiongkok tampak memprioritaskan pembersihan internal sebagai langkah fundamental sebelum melangkah lebih jauh dalam persaingan teknologi global.