Turnamen tenis bergengsi Wimbledon akan segera dimulai pada hari Senin, membawa perhatian dunia pada persaingan sengit di sektor tunggal tunggal putra. Di tengah absennya beberapa nama besar akibat cedera, para petenis papan atas dunia bersiap memperebutkan gelar di All England Club dengan ambisi dan strategi masing-masing.
Jannik Sinner, petenis nomor satu dunia asal Italia, kembali hadir sebagai unggulan teratas. Meski sempat tersingkir secara mengejutkan pada putaran kedua French Open bulan lalu, Sinner tetap menjadi favorit utama. Dominasinya sepanjang musim 2026 dengan menjuarai lima ajang Masters 1000 menunjukkan kapasitasnya sebagai kekuatan yang sulit dihentikan, terutama setelah memanfaatkan waktu istirahat pasca-Roland Garros untuk mematangkan persiapan.
Sementara itu, legenda hidup Novak Djokovic datang dengan misi ambisius mengejar gelar Grand Slam ke-25 sepanjang kariernya. Di usia 39 tahun, Djokovic tetap menjadi ancaman nyata bagi para pemain muda. Meski sempat didera masalah kebugaran yang membuatnya absen di beberapa turnamen tahun ini, pengalamannya di lapangan rumput Wimbledon menjadikannya sosok yang tidak boleh dipandang sebelah mata oleh lawan-lawannya.
Alexander Zverev dari Jerman tiba di London dengan kepercayaan diri tinggi setelah akhirnya memecahkan kebuntuan dengan meraih gelar Grand Slam pertamanya di Roland Garros. Namun, tantangan sesungguhnya bagi Zverev adalah beradaptasi dengan lapangan rumput, permukaan yang selama ini menjadi kelemahan dalam karier profesionalnya. Keberhasilannya menembus semifinal di Halle baru-baru ini menjadi sinyal positif peningkatan performanya di atas rumput.
Di sisi lain, petenis Amerika Serikat, Ben Shelton, semakin menunjukkan sinyal bahaya bagi para unggulan. Dengan kemampuan servis yang mematikan dan kelincahan atletis, Shelton telah membuktikan kualitasnya dengan meraih gelar di berbagai permukaan lapangan musim ini. Setelah menjuarai turnamen grasscourt di Stuttgart, ia bertekad melampaui pencapaian perempat final yang ia raih pada Wimbledon tahun lalu.
Melengkapi daftar unggulan, Taylor Fritz hadir sebagai spesialis lapangan rumput yang konsisten. Dengan koleksi lima gelar di permukaan ini, Fritz memiliki keunggulan taktis dan kenyamanan bermain yang jarang dimiliki petenis lain. Meski belum meraih gelar turnamen tahun ini, pengalaman dan rekam jejaknya membuat Fritz diprediksi akan memberikan perlawanan sengit hingga tahap akhir turnamen, menjadikan persaingan Wimbledon tahun ini sangat sulit untuk diprediksi.