Ekuador sukses menciptakan kejutan besar dalam laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026 yang digelar di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, pada Kamis (26/6) waktu setempat. Dalam pertandingan yang penuh drama tersebut, tim Amerika Selatan ini berhasil melakukan comeback dramatis untuk menundukkan Jerman dengan skor 2-1, sekaligus memastikan langkah mereka ke babak 32 besar.
Kondisi Ekuador sebelum pertandingan berada di titik nadir, mengingat mereka membutuhkan kemenangan mutlak untuk menjaga asa tetap hidup di turnamen. Awal laga justru menjadi mimpi buruk bagi Ekuador. Jerman, yang sudah memastikan diri lolos ke fase gugur, langsung tancap gas dan mencetak gol cepat melalui Leroy Sane saat pertandingan baru berjalan dua menit. Gol tersebut menjadi catatan impresif bagi Sane, yang akhirnya mencetak gol pertamanya di turnamen internasional besar dalam penampilan ke-15 miliknya.
Tertinggal satu gol, Ekuador menunjukkan determinasi tinggi meski sempat kesulitan membongkar pertahanan Jerman sepanjang turnamen. Setelah gagal mencetak gol dari 39 percobaan di laga-laga sebelumnya, kebuntuan akhirnya pecah pada percobaan ke-40. Nilson Angulo menjadi pahlawan bagi Ekuador lewat tendangan melengkung yang gagal diantisipasi oleh kiper kelas dunia Manuel Neuer, memicu sorak-sorai pendukung Ekuador yang memadati stadion.
Memasuki 13 menit sebelum waktu normal berakhir, tensi pertandingan semakin meningkat. Gonzalo Plata muncul sebagai penentu kemenangan setelah berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Jerman untuk mencetak gol kedua bagi Ekuador. Gol ini memastikan comeback sempurna Ekuador dan menutup laga dengan skor 2-1, sebuah hasil yang membuat pendukung mereka di stadion meledak dalam kegembiraan.
Pasca pertandingan, Gonzalo Plata mengungkapkan rasa syukurnya atas perjuangan tim. Ia menekankan bahwa skuad Ekuador memiliki keyakinan yang luar biasa dan dedikasi penuh untuk negara. Menurutnya, meskipun mereka sempat kesulitan di dua laga awal, semangat pantang menyerah hingga menit akhir menjadi kunci keberhasilan mereka dalam membalikkan keadaan di laga krusial ini.
Di sisi lain, bagi Jerman, kekalahan ini menjadi sinyal bahaya terkait kerentanan lini pertahanan mereka. Meskipun tetap lolos sebagai juara grup dengan enam poin, Jerman tercatat selalu kebobolan dalam tiga laga grup. Kapten tim, Joshua Kimmich, mengakui bahwa banyak kesalahan operan yang dilakukan timnya justru menguntungkan lawan. Ia menegaskan bahwa Jerman harus segera membenahi koordinasi pertahanan jika ingin melangkah lebih jauh di fase gugur turnamen ini.