Bisnis & Startup

IHSG Menguat Mengikuti Tren Positif Bursa Asia dan Global

IHSG Menguat Mengikuti Tren Positif Bursa Asia dan Global

Ringkasan

  • IHSG dibuka menguat ke level 5.806,17 seiring dengan sentimen positif bursa global dan rencana strategis pemerintah terkait pembentukan PFII.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan Jumat pagi. IHSG dibuka menguat sebesar 61,61 poin atau 1,07 persen ke level 5.806,17. Tren positif ini juga diikuti oleh indeks saham unggulan LQ45 yang naik 6,97 poin atau 1,23 persen ke posisi 572,46, mencerminkan optimisme investor di pasar modal domestik.

Analis Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan bahwa pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam fase krusial. Jika indeks mampu mempertahankan posisi di atas level psikologis 5.853 dengan dukungan volume transaksi yang kuat, peluang untuk menguji resistance di level 5.904 hingga 6.000 terbuka lebar. Namun, investor tetap diingatkan akan risiko koreksi jika indeks gagal menembus rentang konsolidasi saat ini.

Penguatan di pasar saham Indonesia sejalan dengan sentimen positif dari bursa Asia dan global. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul kemajuan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran, telah memberikan stabilitas pada sektor energi. Normalisasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dinilai mampu menekan ekspektasi inflasi global akibat harga minyak yang lebih terkendali.

Sentimen dari Amerika Serikat turut memberikan angin segar bagi pasar keuangan. Pernyataan dari pejabat The Fed terkait arah kebijakan moneter yang lebih fleksibel, ditambah dengan data ketenagakerjaan AS yang melambat, telah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga agresif. Hal ini memberikan ruang bagi pasar untuk bernapas di tengah ketidakpastian ekonomi makro global.

Dari sisi domestik, pemerintah dan DPR telah menyepakati kerangka awal RAPBN 2027. Target pendapatan negara dipatok pada kisaran 12,01-12,40 persen terhadap PDB, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang optimis antara 5,8 hingga 6,5 persen. Kebijakan fiskal ini dirancang untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah dinamika nilai tukar rupiah dan harga minyak mentah Indonesia (ICP).

Selain itu, langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi katalis positif bagi iklim investasi. Melalui RUU PFII, pemerintah menawarkan insentif pajak serta sistem hukum komersial berstandar internasional. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik investasi asing secara langsung dan memperkuat posisi Indonesia sebagai hub keuangan yang kompetitif di kawasan regional.

Mengapa Ini Penting

Penguatan IHSG dan rencana pembentukan PFII menunjukkan sinyal positif bagi daya saing Indonesia di mata investor internasional. Stabilitas kebijakan fiskal dan rencana insentif pajak dapat mendorong masuknya aliran modal asing yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit