Internasional

Inkuiri Kebakaran Tai Po: Menghapus Risiko Kebakaran Total Mustahil Dilakukan

Inkuiri Kebakaran Tai Po: Menghapus Risiko Kebakaran Total Mustahil Dilakukan

Ringkasan

  • Inkuiri publik mengungkap bahwa menghapus risiko kebakaran hingga nol persen dalam renovasi bangunan adalah hal yang mustahil secara biaya dan teknis.

Sebuah inkuiri publik terkait insiden kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir baru saja mengungkap fakta sulit mengenai standar keselamatan bangunan. Dalam sesi dengar pendapat yang berlangsung pada hari Rabu, para ahli menyatakan bahwa tuntutan untuk mewajibkan penggunaan material yang sepenuhnya tidak mudah terbakar dalam renovasi skala besar di kawasan perumahan adalah hal yang tidak realistis.

Kebakaran yang melanda Wang Fuk Court di Tai Po tahun lalu menelan korban jiwa sebanyak 168 orang. Para ahli yang dihadirkan dalam penyelidikan tersebut mengidentifikasi penggunaan papan polyfoam untuk menutup jendela sebagai salah satu dari lima faktor utama yang memperparah skala bencana tersebut. Penggunaan material ini dinilai sangat berisiko tinggi saat terjadi api.

Richard Yuen Kwok-kit, seorang profesor teknik arsitektur di City University yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai saksi ahli, menegaskan bahwa melarang penggunaan material mudah terbakar di dekat sumur sumur cahaya (light wells) tidak serta-merta menjamin keamanan gedung. Menurutnya, masalah utama terletak pada pengelolaan risiko secara proporsional.

Dalam paparannya, Yuen menyatakan bahwa meminimalkan risiko adalah langkah yang bisa diupayakan, namun untuk menekan risiko hingga mencapai titik nol memerlukan biaya yang sangat besar dan secara teknis tidak dimungkinkan. Pendekatan zero risk dianggap tidak sebanding dengan beban ekonomi yang harus ditanggung oleh pemilik properti maupun pengelola gedung.

Lebih jauh, Yuen menjelaskan bahwa material yang dianggap tahan api sekalipun, seperti jaring perancah tahan api dan papan polyfoam, akan mengalami penurunan kualitas atau deteriorasi seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, faktor pemeliharaan dan inspeksi rutin jauh lebih krusial dibandingkan sekadar pemilihan material awal.

Inkuiri ini menjadi pengingat keras bagi otoritas pembangunan gedung di berbagai negara mengenai pentingnya keseimbangan antara standar keamanan dan kelayakan biaya. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan baru yang lebih efektif dalam manajemen risiko kebakaran di hunian vertikal padat penduduk di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Berita ini relevan bagi Indonesia, khususnya dalam konteks pengelolaan gedung tinggi dan pemukiman padat yang sering memiliki tantangan serupa terkait standar keselamatan kebakaran. Insight ini menekankan pentingnya beralih dari sekadar pemilihan material ke arah sistem pemeliharaan berkelanjutan dan manajemen risiko yang terukur bagi pengelola gedung.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
24 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit