Hong Kong kembali menunjukkan daya tarik kuat bagi perusahaan internasional untuk memperluas operasional bisnis mereka sepanjang paruh pertama tahun ini. Data terbaru dari InvestHK, lembaga promosi investasi pemerintah Hong Kong, mengungkapkan bahwa kota tersebut berhasil mempertahankan posisinya sebagai pusat penghubung ekonomi global atau superconnector yang strategis.
Sebanyak 413 perusahaan tercatat telah mendirikan entitas lokal atau melakukan ekspansi bisnis di Hong Kong dalam enam bulan pertama tahun 2026. Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang menandakan kepercayaan investor global terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Hong Kong.
Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, dalam acara resepsi tahunan InvestHK, mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut diproyeksikan akan menyuntikkan investasi asing langsung (FDI) senilai lebih dari HK$53 miliar atau setara dengan US$6,75 miliar. Selain modal, investasi ini juga diperkirakan menciptakan lebih dari 8.600 lapangan kerja baru di berbagai sektor industri.
Secara statistik, capaian ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 36 persen dalam nilai FDI dan kenaikan 8 persen dalam jumlah lapangan kerja yang dihasilkan oleh perusahaan asing. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa Hong Kong tetap menjadi destinasi utama bagi perusahaan dari Amerika Serikat dan Eropa yang ingin menjangkau pasar Asia.
Pemerintah Hong Kong menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan lingkungan bisnis yang terbuka dan ramah, sistem perpajakan yang rendah dan sederhana, serta sistem hukum common law yang terintegrasi dengan pusat keuangan dunia. Kebijakan ini dinilai menjadi fondasi utama dalam menarik minat investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Data InvestHK juga merinci asal perusahaan yang masuk ke Hong Kong tahun ini, di mana sekitar 60 persen atau 246 perusahaan berasal dari Tiongkok daratan. Sementara itu, perusahaan dari Singapura menempati posisi signifikan dengan 26 entitas, disusul oleh Amerika Serikat sebanyak 21 perusahaan, Inggris dengan 18 perusahaan, serta Prancis dan Italia yang masing-masing menyumbang 11 perusahaan baru.