Teknologi

ITB Resmikan Museum Kampus, Wujud Nyata Dedikasi Para Alumni

ITB Resmikan Museum Kampus, Wujud Nyata Dedikasi Para Alumni

Ringkasan

  • ITB meresmikan museum di Gedung Sabuga hasil inisiatif alumni.
  • Museum ini menampilkan sejarah, riset, dan inovasi kampus selama 106 tahun.

Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi membuka Museum ITB yang berlokasi di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga). Pendirian museum ini merupakan manifestasi dari aspirasi dan mimpi panjang para alumni yang telah dirancang selama delapan tahun terakhir. Pembangunan fasilitas edukasi ini menelan biaya sebesar Rp 19 miliar, yang seluruhnya dihimpun melalui kontribusi para alumni, filantropis, yayasan, serta dukungan dari sektor swasta.

Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Andryanto Rikrik Kusmara, menjelaskan bahwa museum yang terletak di lantai tiga dan empat Gedung Sabuga ini dirancang dengan konsep modern. Pengunjung dapat mengakses area museum menggunakan lift atau tangga dari lobi gedung. Untuk operasional, pihak pengelola menetapkan harga tiket masuk sebesar Rp 50 ribu bagi masyarakat umum, dengan skema diskon khusus yang disediakan bagi mahasiswa, pelajar, dan sivitas akademika.

Museum ITB dibagi ke dalam empat zona tematik yang komprehensif. Zona pertama berfokus pada akar sejarah ITB sejak dirintis pada tahun 1920. Di area ini, pengunjung dapat melihat dokumentasi visual peresmian kampus, peta awal pembangunan, hingga artefak ikonik seperti Aula Barat dan Timur. Salah satu daya tarik utama adalah buku catatan mahasiswa masa lalu yang memuat data Presiden pertama RI, Sukarno, yang kini telah didigitalisasi agar dapat diakses melalui layar sentuh interaktif.

Memasuki zona kedua, pengunjung diajak menyelami dunia riset dan pendidikan. Area ini menampilkan artefak perangkat teknologi dari masa lalu serta berbagai inovasi kampus. Alur pameran dirancang untuk menunjukkan perjalanan riset, mulai dari kegiatan ekskavasi geologis, proses di laboratorium, hingga pembuatan purwarupa. Bagian ini memberikan edukasi mengenai pentingnya pengujian hipotesis dan pelajaran berharga yang dapat dipetik dari kegagalan dalam sebuah penelitian ilmiah.

Tidak hanya terpaku pada sejarah, Museum ITB juga menyediakan zona kehidupan kampus antar zaman dan zona inspirasi masa depan. Sebagai langkah awal, koleksi yang ditampilkan bersifat umum untuk memperkenalkan sejarah panjang 106 tahun perjalanan ITB. Namun, pengelola juga telah menyiapkan ruang pameran temporer yang akan diperbarui setiap enam bulan untuk menyoroti pencapaian spesifik dari berbagai program studi, seperti yang telah diinisiasi oleh Program Studi Teknik Kimia.

Selain ruang pameran statis, museum ini dilengkapi dengan fasilitas 360° Teater Dome. Fasilitas ini menyuguhkan pengalaman sinematik yang memukau bagi para pengunjung. Ke depannya, museum ini direncanakan menjadi pusat kegiatan publik yang kolaboratif, termasuk rencana kegiatan dari Observatorium Bosscha, menjadikannya sebagai ruang dialog antara akademisi, alumni, dan masyarakat luas dalam mengapresiasi perkembangan sains dan teknologi di Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Museum ini menjadi jembatan penting dalam mendokumentasikan sejarah perkembangan sains dan teknologi di Indonesia secara sistematis. Kehadirannya tidak hanya menjadi arsip fisik, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi melalui studi kasus riset yang pernah dilakukan di ITB selama lebih dari satu abad.

Sumber Asli
Tekno
Tanggal
5 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit