Pemerintah Provinsi Jakarta secara resmi memperkenalkan sistem peringatan dini (early warning system/EWS) kualitas udara yang dapat diakses masyarakat melalui situs resmi udara.jakarta.go.id. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis pemerintah daerah dalam memberikan transparansi data lingkungan kepada publik, sehingga setiap warga dapat memantau kondisi udara secara real-time sekaligus mengakses prakiraan kualitas udara hingga tiga hari ke depan sebagai acuan dalam merencanakan aktivitas harian mereka.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat meresmikan sistem tersebut dalam Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026, menegaskan bahwa kehadiran platform ini merupakan lompatan besar dalam penyediaan informasi publik. Menurutnya, pembaruan utama dari sistem ini adalah kemampuannya memberikan prediksi jangka menengah, yang jauh lebih bermanfaat dibandingkan sekadar data historis atau kondisi harian yang selama ini tersedia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa pengembangan EWS ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan warga dari dampak buruk pencemaran udara perkotaan. Proyek ini tidak berdiri sendiri, melainkan hasil kolaborasi internasional dengan inisiatif Breathe Cities, yang melibatkan Bloomberg Philanthropies, Clean Air Fund, C40 Cities, serta implementasi teknis oleh Vital Strategies.
Secara teknis, sistem ini mengintegrasikan berbagai sumber data kredibel, mulai dari data pemantauan kualitas udara milik Dinas Lingkungan Hidup, prakiraan cuaca dari BMKG, hingga panduan kesehatan yang disusun oleh Dinas Kesehatan Jakarta. Sinergi lintas instansi ini memastikan bahwa data yang disajikan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga praktis dan mudah dipahami oleh masyarakat umum.
Fitur unggulan lainnya adalah penyediaan rekomendasi aktivitas yang spesifik bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis. Rekomendasi ini mencakup saran untuk aktivitas dalam maupun luar ruangan, serta akses informasi fasilitas kesehatan terdekat yang dapat dijangkau warga saat kondisi udara sedang tidak sehat.
Selain itu, EWS dilengkapi dengan fitur penilaian mandiri (self-assessment) yang memungkinkan masyarakat melaporkan gejala kesehatan yang dirasakan akibat paparan polusi. Data dari survei ini akan diolah untuk memberikan informasi mengenai tingkat risiko kesehatan individu, sehingga pemerintah dapat melakukan mitigasi yang lebih tepat sasaran berdasarkan sebaran data yang akurat di setiap wilayah kecamatan.