JERA, perusahaan energi raksasa asal Jepang, memproyeksikan bahwa harga gas alam cair (LNG) akan tetap berada pada level yang tinggi dalam jangka waktu dekat. Prediksi ini didasarkan pada lamanya proses perbaikan fasilitas LNG di Qatar yang mengalami kerusakan akibat dampak konflik bersenjata, serta kebutuhan mendesak negara-negara Eropa untuk kembali mengisi cadangan energi mereka menjelang musim dingin.
Dalam konferensi pers yang digelar di Tokyo, Chairman dan Global CEO JERA, Yukio Kani, menyatakan bahwa harga pasar kemungkinan besar akan tetap stabil dan tidak akan mengalami penurunan yang signifikan setidaknya dalam satu tahun ke depan. Kondisi pasar global saat ini masih sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian pasokan akibat kerusakan infrastruktur energi yang vital.
Menurut Kani, proses pemulihan fasilitas LNG di Qatar yang terdampak serangan rudal diperkirakan akan memakan waktu lebih dari dua hingga tiga tahun. Durasi perbaikan yang panjang ini menjadi salah satu faktor utama yang membatasi suplai gas global, sehingga tekanan terhadap harga pasar tetap tinggi karena keseimbangan antara penawaran dan permintaan belum pulih sepenuhnya.
Selain kendala pasokan dari Qatar, Eropa juga terus menjadi penggerak utama permintaan LNG global. Tingkat persediaan gas di Eropa saat ini dilaporkan masih cukup rendah. Untuk menghadapi musim dingin, negara-negara Eropa harus segera mengamankan pasokan tambahan melalui pasar spot, terutama jika mereka tetap berkomitmen untuk menghentikan ketergantungan pada impor gas asal Rusia.
JERA, yang merupakan perusahaan patungan antara Tokyo Electric Power Company Holdings dan Chubu Electric Power, memegang peran krusial sebagai pembeli LNG terbesar di Jepang sekaligus produsen listrik utama. Perusahaan ini kini tengah berupaya melakukan diversifikasi dan inovasi dalam strategi bisnisnya di tengah tantangan harga energi yang fluktuatif.
Di sisi lain, JERA juga sedang menjajaki peluang besar dalam penyediaan listrik untuk pusat data atau data center. Mengingat pertumbuhan pesat permintaan energi dari industri teknologi, JERA bekerja sama dengan berbagai operator untuk membangun model penyediaan listrik langsung. Strategi ini melibatkan pembangunan pusat data yang berlokasi berdekatan dengan pembangkit listrik, sebuah model yang kini tengah didiskusikan secara intensif di Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia untuk memenuhi kebutuhan energi skala besar.