Kioxia, perusahaan semikonduktor terkemuka, dijadwalkan akan menggelar seremoni peresmian di fasilitas produksinya di Jepang utara pada hari Jumat. Langkah ini diambil sebagai persiapan strategis perusahaan untuk memulai produksi massal memori generasi terbaru. Momentum ini menandai titik balik yang signifikan bagi Kioxia, yang sebelumnya sempat mengalami tantangan berat dalam industri semikonduktor global.
Transformasi Kioxia didorong oleh ledakan investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) yang telah memicu kenaikan nilai saham perusahaan secara drastis. Sepanjang tahun ini, kapitalisasi pasar Kioxia telah melonjak lebih dari tujuh kali lipat, bahkan kini melampaui nilai pasar Toyota Motor dengan angka di atas 250 miliar dolar AS. Fenomena ini menunjukkan betapa krusialnya peran produsen chip dalam ekosistem teknologi modern.
Perusahaan yang dahulunya dikenal sebagai Toshiba Memory ini diakuisisi oleh konsorsium yang dipimpin oleh Bain Capital pada tahun 2018 senilai 2 triliun yen. Meskipun memiliki sejarah panjang sebagai penemu teknologi NAND flash pada era 1980-an, Kioxia sempat terhambat oleh penurunan harga memori global. Kondisi ini memaksa Bain Capital untuk menunda rencana penawaran saham perdana (IPO) perusahaan hingga akhir 2024.
Dalam fase awal perkembangan AI, perhatian pasar lebih banyak tertuju pada produsen chip DRAM, seperti SK Hynix yang memelopori memori bandwidth tinggi (HBM). Namun, seiring dengan evolusi penggunaan AI dari sekadar pelatihan model ke tahap inferensi atau pemrosesan kueri, kebutuhan akan memori NAND berkapasitas tinggi melonjak tajam. Hal ini menciptakan peluang besar bagi Kioxia yang memiliki spesialisasi di sektor tersebut.
Analis industri mencatat bahwa banyak produsen chip sempat mengabaikan investasi pengembangan NAND karena terlalu fokus pada DRAM. Akibatnya, ketika permintaan NAND meningkat pesat untuk kebutuhan server AI, pasar kini bergantung secara signifikan pada kemampuan produksi Kioxia. Perusahaan ini akan memproduksi massal memori BiCS Flash generasi ke-10 yang dikembangkan bersama Sandisk di pabrik Kitakami, Prefektur Iwate.
Selain keunggulan produksi, Kioxia kini mulai merancang langkah strategis jangka panjang, termasuk rencana pemecahan saham dan ambisi untuk mencatatkan saham di bursa Amerika Serikat pada tahun fiskal 2027. Langkah ini sejalan dengan tren perusahaan teknologi Asia lainnya, seperti SK Hynix, yang juga berupaya mengakses pasar modal global yang lebih luas guna mendukung ekspansi kapasitas produksi mereka di masa depan.