Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia secara resmi memperkenalkan Ocean Calculator, sebuah platform geospasial mutakhir yang dikembangkan melalui kolaborasi strategis dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia. Inovasi ini hadir sebagai instrumen berbasis Neraca Sumber Daya Laut (NSDL) yang dirancang khusus untuk mengkuantifikasi nilai ekonomi ekosistem laut dan pesisir secara presisi berdasarkan data ilmiah yang akurat.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menjelaskan bahwa platform ini merupakan tonggak penting dalam upaya membangun sistem 'ocean accounting'. Sistem ini berfungsi mengintegrasikan data lingkungan dengan metrik ekonomi, sehingga memberikan landasan yang kokoh bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan kelautan yang berkelanjutan dan berbasis bukti ilmiah di masa depan.
Secara teknis, Ocean Calculator memanfaatkan kombinasi data geospasial, citra satelit terkini, dan hasil riset mendalam untuk memetakan nilai ekonomi berbagai ekosistem kritis seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Melalui platform ini, publik dapat memahami kontribusi nyata ekosistem tersebut terhadap perlindungan garis pantai, kapasitas penyimpanan karbon biru, hingga perannya dalam menopang penghidupan masyarakat pesisir.
Pengembangan platform ini telah dimulai sejak tahun 2024 oleh WRI Indonesia, yang melibatkan kemitraan akademis dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan Australia. Proyek ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Australia melalui Program Koneksi, yang menunjukkan komitmen internasional dalam mendukung tata kelola laut yang lebih baik di kawasan regional.
Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Firdaus Agung, menambahkan bahwa Ocean Calculator telah melalui fase uji coba pada Februari 2026 dan kini telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Data Konservasi (Sidako). Masyarakat luas, akademisi, hingga sektor swasta kini dapat mengakses informasi strategis tersebut melalui portal resmi sidako.kkp.go.id untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.
Selain menyajikan data ekologi dan ekonomi, platform ini memiliki keunggulan unik dengan mengintegrasikan aspek Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menganalisis korelasi antara kesehatan ekosistem dengan kesejahteraan kelompok masyarakat rentan yang bergantung pada sumber daya laut, sehingga kebijakan yang dihasilkan nantinya dapat lebih inklusif dan berdampak luas bagi keadilan sosial di wilayah pesisir.