Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkomitmen melakukan peningkatan kualitas layanan internet di kawasan hunian sementara (huntara) Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan anak-anak yang terdampak bencana alam tetap dapat mengakses materi pendidikan meskipun berada dalam masa pemulihan pasca-bencana.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan rencana tersebut saat melakukan peninjauan langsung di lokasi Huntara Kagama Peduli pada Minggu (5/7). Menurutnya, pemerintah memikul tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa konektivitas digital tidak hanya sekadar tersedia, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat di wilayah yang sedang mengalami masa sulit.
Dalam upaya realisasi program ini, Komdigi berencana melakukan koordinasi intensif dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Sinergi ini bertujuan untuk menambah titik akses atau access point internet di lingkungan hunian sementara tersebut. Penambahan fasilitas ini diprioritaskan agar para pelajar di huntara dapat memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal.
Nezar Patria menekankan bahwa konektivitas yang dihadirkan pemerintah harus bersifat bermakna atau 'meaningful connectivity'. Hal ini sejalan dengan visi kementerian untuk mewujudkan masyarakat yang terhubung, tumbuh, dan terjaga. Infrastruktur digital di area bencana dipandang sebagai instrumen krusial dalam mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi warga yang terdampak.
Selain fokus pada akses pendidikan, inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari pemerataan transformasi digital di seluruh pelosok Indonesia. Pemerintah ingin memastikan bahwa manfaat teknologi tidak hanya tidak dirasakan oleh masyarakat di pusat kota, tetapi juga oleh warga yang berada di daerah terpencil atau terdampak bencana, sehingga kesenjangan digital dapat terus ditekan.
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Nezar Patria turut menyaksikan serah terima 26 unit hunian sementara hasil kolaborasi antara Kagama Peduli, Universitas Gadjah Mada, dan pemerintah daerah. Kehadiran fasilitas hunian yang kini dilengkapi dengan rencana peningkatan infrastruktur digital diharapkan dapat memberikan kenyamanan serta harapan baru bagi warga Kampung Sekumur untuk segera bangkit dari musibah banjir yang dialami.