Internasional

Korban Tewas Akibat Kecelakaan Maut Biksu di Thailand Bertambah Menjadi 10 Orang

Korban Tewas Akibat Kecelakaan Maut Biksu di Thailand Bertambah Menjadi 10 Orang

Ringkasan

  • Tragedi kecelakaan maut di Mukdahan, Thailand, yang melibatkan anak di bawah umur mengakibatkan 10 biksu meninggal dunia.

Jumlah korban jiwa dalam tragedi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sekelompok biksu di Provinsi Mukdahan, Thailand, dilaporkan bertambah menjadi 10 orang. Insiden memilukan ini terjadi pada Kamis (2/7) ketika sebuah mobil bak terbuka yang dikemudikan oleh seorang anak di bawah umur hilang kendali dan menabrak rombongan peziarah di Jalan Raya 2034.

Pelaku yang diketahui masih berusia 11 tahun dan memiliki kebutuhan khusus tersebut dilaporkan mengendarai mobil milik kakeknya tanpa izin. Sebelum kejadian, sang anak sempat mengunci diri di dalam kendaraan meskipun pihak keluarga, khususnya neneknya, telah berupaya keras untuk mencegah aksinya. Mobil tersebut kemudian melaju dan menabrak rombongan yang terdiri dari 34 biksu dan lima umat awam asal Wat Pho Manorom yang sedang dalam perjalanan menuju Ubon Ratchathani.

Dampak dari tabrakan tersebut sangat fatal. Sebanyak lima orang biksu dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara lima orang lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka parah yang diderita. Korban selamat lainnya saat ini masih dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Mukdahan karena mengalami trauma otak dan berbagai patah tulang serius.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak asuransi kendaraan telah menyiapkan dana kompensasi sebesar 20 juta baht atau sekitar Rp10,84 miliar untuk seluruh korban. Rincian santunan mencakup 500.000 baht bagi setiap biksu yang meninggal dunia, serta 80.000 baht ditambah biaya pengobatan penuh bagi korban luka. Pemimpin tertinggi biksu di Thailand, Sangharaja, juga telah turun tangan dengan mengambil alih tanggung jawab ritual pemakaman para korban.

Dari sisi hukum, Direktur Jenderal Departemen Pelindungan Hak-hak dan Bantuan Hukum Thailand menegaskan bahwa pelaku tidak dapat dikenakan hukuman pidana karena usianya yang masih di bawah 12 tahun. Kendati demikian, hukum di Thailand memberikan ruang bagi keluarga korban untuk menuntut kompensasi finansial dari orang tua pelaku, dan otoritas setempat saat ini tengah mendampingi pihak keluarga dalam proses pengajuan tuntutan tersebut.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas mengenai pentingnya pengawasan ketat terhadap akses kendaraan bermotor bagi anak di bawah umur. Pihak berwenang di Thailand terus melakukan evaluasi terkait prosedur keamanan di jalan raya dan tanggung jawab orang tua dalam mencegah penggunaan kendaraan oleh pihak yang belum memiliki kompetensi maupun izin legal demi menghindari peristiwa serupa di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Peristiwa ini menyoroti urgensi pengawasan orang tua terhadap akses kendaraan bagi anak di bawah umur dan perlunya edukasi keselamatan berkendara. Dari perspektif kebijakan, kasus ini menekankan pentingnya regulasi pertanggungjawaban perdata orang tua atas tindakan anak di bawah umur yang menyebabkan kerugian pihak ketiga.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit