Sains

Inovasi Mahasiswa UGM: Padukan Camilan Fungsional dan Aplikasi Digital untuk Atasi Kecemasan

Inovasi Mahasiswa UGM: Padukan Camilan Fungsional dan Aplikasi Digital untuk Atasi Kecemasan

Ringkasan

  • Mahasiswa UGM mengembangkan CalmBar dan aplikasi SELF-SCAN sebagai solusi terpadu untuk membantu remaja dan dewasa muda mengelola gangguan kecemasan.

Tim mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mencuri perhatian dunia internasional melalui pengembangan inovasi kesehatan mental bernama CalmBar. Produk ini merupakan camilan fungsional yang dirancang khusus untuk meredakan gangguan kecemasan pada remaja dan dewasa muda. Berkat terobosan ini, tim tersebut sukses meraih tiga penghargaan bergengsi dalam ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada akhir Mei lalu.

CalmBar mengintegrasikan prinsip nutritional neuroscience dan sensory grounding untuk memberikan efek relaksasi. Bahan-bahan alami yang digunakan, seperti kacang hijau, biji labu, duckweed, hingga peppermint dan madu, dipilih secara cermat karena kandungan protein nabati, magnesium, zat besi, serta senyawa bioaktif seperti GABA dan triptofan. Kombinasi nutrisi ini dinilai mampu mendukung fungsi sistem saraf dan membantu regulasi emosi pengguna secara alami.

Ketua tim, Ikhlasul Amal, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir sebagai respons atas tingginya angka gangguan kesehatan mental secara global. Merujuk pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari satu miliar orang di dunia saat ini hidup dengan gangguan kesehatan mental, dengan kecemasan dan depresi sebagai kondisi yang paling dominan. Di Indonesia, tantangan ini semakin nyata dengan adanya temuan studi yang menunjukkan angka risiko kesehatan mental yang jauh lebih tinggi daripada data resmi yang tercatat.

Selain camilan, tim mahasiswa lintas disiplin ilmu ini juga menciptakan aplikasi pendamping bernama SELF-SCAN. Aplikasi ini mengadopsi pendekatan Ecological Momentary Assessment (EMA) untuk membantu pengguna melacak pola pikir, emosi, dan pemicu kecemasan secara real-time. Dengan sistem metakognitif digital, aplikasi ini memberikan intervensi yang dipersonalisasi sesuai dengan kondisi psikologis pengguna saat itu juga.

Anggota tim lainnya, Qorina Nisrina Hafshah, menegaskan bahwa CalmBar dan SELF-SCAN dirancang sebagai satu kesatuan ekosistem kesehatan mental. CalmBar berperan menenangkan melalui nutrisi dan pengalaman sensoris, sementara SELF-SCAN membantu pengguna membangun kesadaran diri yang lebih mendalam mengenai pola pikir mereka. Bahkan, pada kemasan CalmBar, pengguna disediakan panduan latihan pernapasan untuk melengkapi upaya regulasi emosi tersebut.

Proyek kolaboratif ini melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang fakultas di UGM, mulai dari Biologi, Teknologi Pertanian, Kedokteran, hingga Psikologi. Sinergi lintas disiplin ini membuktikan bahwa masalah kesehatan mental yang kompleks memerlukan solusi holistik yang menggabungkan pendekatan medis, nutrisi, dan teknologi digital. Keberhasilan mereka di kancah internasional diharapkan dapat memicu lebih banyak inovasi dari generasi muda Indonesia dalam menangani krisis kesehatan mental.

Mengapa Ini Penting

Inovasi ini menunjukkan potensi besar penggabungan antara pangan fungsional dengan teknologi digital (health-tech) dalam menangani masalah kesehatan mental yang kian meningkat di Indonesia. Pendekatan lintas disiplin ini menjadi model baru bagi startup kesehatan lokal untuk menciptakan solusi preventif yang lebih mudah diakses oleh generasi muda.

Sumber Asli
Tekno
Tanggal
2 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit