Selama beberapa dekade, industri layanan teknologi informasi (IT) telah meraup keuntungan miliaran dolar melalui model bisnis outsourcing. Perusahaan-perusahaan besar biasanya mengandalkan penyedia eksternal untuk menangani tugas teknis yang kompleks, mulai dari kustomisasi perangkat lunak perusahaan, integrasi sistem, hingga pemeliharaan rutin. Kini, Vishal Sikka, mantan CEO Infosys—salah satu raksasa layanan IT asal India—tengah bertaruh bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat menggantikan sebagian besar peran manusia dalam proses tersebut.
Startup baru besutan Sikka bernama Hang Ten Systems baru saja mengumumkan keberhasilan mereka dalam menggalang pendanaan tahap awal (seed round) senilai 32 juta dolar AS. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh firma modal ventura Mayfield, dengan partisipasi strategis dari Aramco Ventures serta sejumlah investor individu. Kehadiran sosok seperti Jerry Yang, salah satu pendiri Yahoo, dalam jajaran dewan direksi semakin memperkuat posisi startup ini di mata investor global.
Hang Ten Systems menawarkan solusi bagi perusahaan untuk membangun, memodifikasi, dan mengoperasikan perangkat lunak secara berkelanjutan melalui otomatisasi berbasis AI. Langkah ini menempatkan Hang Ten di tengah persaingan ketat di mana perusahaan layanan IT konvensional, termasuk Infosys, sedang berupaya keras mengadopsi teknologi AI melalui kemitraan dengan penyedia model bahasa besar seperti Anthropic dan OpenAI. Perdebatan pun muncul mengenai apakah AI akan sekadar memperluas pasar atau justru mengubah fundamental cara perangkat lunak dikembangkan.
Pengalaman panjang Sikka selama 12 tahun di SAP dan perannya sebagai dewan direksi Oracle menjadi daya tarik utama bagi perusahaan besar. Meski baru berdiri satu bulan, Hang Ten telah mengamankan klien ternama seperti Siemens Gamesa Renewable Energy dan Fresenius. Hal ini membuktikan bahwa pelaku industri besar sangat antusias untuk mencoba pendekatan berbasis layanan AI yang lebih efisien dibandingkan model tradisional.
Berkantor pusat di Bay Area, Amerika Serikat, Hang Ten kini tengah melakukan rekrutmen besar-besaran di berbagai lini, mulai dari teknik, penjualan, hingga kepemimpinan. Startup ini berencana melakukan ekspansi global untuk memenuhi permintaan pasar enterprise yang kian meningkat. Tim inti di Hang Ten sendiri terdiri dari para eksekutif yang telah bekerja sama dengan Sikka selama bertahun-tahun di SAP, Infosys, hingga startup AI sebelumnya, VianAI.
Meski Sikka memiliki rekam jejak di bidang AI, ia menegaskan bahwa Hang Ten memiliki fokus yang berbeda dengan VianAI. Jika VianAI lebih berfokus pada aplikasi kecerdasan buatan untuk analitik data dan pengambilan keputusan bisnis, Hang Ten memposisikan dirinya sebagai perusahaan layanan AI yang mengandalkan pembuatan kode berbasis agen, keterampilan AI yang dapat digunakan kembali, dan keahlian domain spesifik. Inovasi ini diharapkan menjadi standar baru dalam pengiriman proyek teknologi di masa depan.