Tim nasional Maroko akhirnya memastikan langkah mereka ke babak 32 besar Piala Dunia setelah meraih kemenangan dramatis 4-2 atas Haiti dalam pertandingan Grup C yang berlangsung sengit di Atlanta pada hari Rabu. Meskipun sempat dua kali tertinggal dari permainan gigih Haiti, Maroko berhasil menunjukkan mentalitas juara untuk mengamankan tiket ke fase gugur, meski harus puas finis sebagai runner-up di bawah Brasil.
Dalam klasemen akhir Grup C, Maroko mengumpulkan tujuh poin, jumlah yang sama dengan Brasil. Namun, selisih gol menempatkan Maroko di posisi kedua. Dengan hasil ini, Maroko dijadwalkan akan menghadapi juara Grup F, yang kemungkinan besar adalah Jepang, Belanda, atau Swedia, pada hari Senin mendatang dalam laga pertama babak sistem gugur turnamen ini.
Bagi Haiti, pertandingan ini menjadi laga perpisahan yang emosional. Meski telah dipastikan tersingkir setelah menelan kekalahan di dua pertandingan sebelumnya, skuad asuhan mereka tampil tanpa beban dan memberikan perlawanan sengit. Haiti sempat mengejutkan Maroko dengan gol pembuka melalui aksi Lenny Joseph pada menit ke-10, yang sempat tercatat sebagai gol bunuh diri kiper Yacine Bounou.
Maroko merespons ketertinggalan tersebut melalui kapten sekaligus Pemain Terbaik Afrika, Achraf Hakimi, yang menyamakan kedudukan pada menit ke-39. Namun, Haiti kembali unggul sesaat sebelum turun minum lewat tendangan keras Wilson Isidor dari luar kotak penalti. Ketangguhan mental Maroko kembali diuji, dan Ismael Saibari berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sebelum babak pertama berakhir.
Memasuki paruh kedua, intensitas permainan semakin meningkat. Maroko akhirnya membalikkan keadaan pada menit ke-78 berkat gol Soufiane Rahimi yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Haiti setelah situasi sepak pojok. Pemain muda berusia 20 tahun, Gessime Yassine, kemudian memastikan kemenangan 4-2 bagi Singa Atlas lewat golnya di menit-menit akhir pertandingan.
Kemenangan ini menjadi bukti kedalaman skuad Maroko di bawah tekanan besar. Meskipun Haiti harus pulang tanpa poin, performa mereka dalam laga ini mendapatkan apresiasi tinggi karena mampu menyulitkan tim kelas dunia selama 90 menit penuh. Bagi Maroko, fokus kini sepenuhnya beralih pada persiapan babak 32 besar untuk menjaga asa melaju lebih jauh dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini.