Petenis asal Ukraina, Marta Kostyuk, mengungkapkan bahwa sikap tegasnya terhadap invasi Rusia ke negaranya telah memperkuat rasa tujuannya dalam karier tenis profesional. Meskipun menghadapi gelombang serangan daring yang intens, Kostyuk justru merasa semakin bersemangat untuk terus menyuarakan pandangannya mengenai konflik yang telah berlangsung sejak 2022 tersebut.
Kostyuk dikenal sebagai salah satu atlet yang paling vokal di dunia tenis. Ia secara konsisten mendesak pengakuan yang lebih luas terhadap konflik tersebut dan menolak gagasan netralitas dalam olahraga. Baginya, setiap atlet memiliki tanggung jawab moral untuk tetap berpegang pada prinsip dan nilai kemanusiaan, meskipun mereka sedang berkompetisi di arena internasional.
Dalam wawancara eksklusif menjelang turnamen Wimbledon, atlet berusia 23 tahun ini menjelaskan bagaimana serangan bot di media sosial justru menjadi validasi baginya. Ia merasa bahwa gangguan tersebut adalah tanda bahwa pesan yang ia sampaikan mengenai isu-isu penting memang menyentuh topik sensitif yang enggan didengar oleh banyak pihak. Apa yang dulu dianggapnya sebagai beban mental, kini berubah menjadi bahan bakar motivasi untuk terus berbicara.
Kostyuk juga menyoroti kebijakan turnamen yang mengizinkan atlet dari Rusia dan Belarus untuk berkompetisi sebagai atlet netral tanpa bendera negara. Menurutnya, hal ini tidak menghilangkan fakta bahwa mereka tetap mewakili negara asal mereka. Ia menekankan bahwa poin utamanya bukanlah ekspektasi bahwa atlet dapat menghentikan perang, melainkan tentang integritas pribadi dan nilai-nilai kemanusiaan yang dipegang oleh setiap individu.
Di luar isu politik, Kostyuk juga mencatatkan progres signifikan dalam karier tenisnya, termasuk pencapaian spektakuler di babak semifinal French Open tahun ini. Ia mengakui bahwa peningkatan terbesar yang ia alami adalah dalam aspek mental. Kini, ia lebih mampu mengendalikan pikiran dan energinya, sehingga tidak mudah mengalami kelelahan mental saat mengikuti jadwal turnamen yang padat.
Menjelang perhelatan Wimbledon, Kostyuk tetap bersikap realistis meski sempat terkendala cedera pergelangan kaki. Ia menegaskan bahwa kemampuannya untuk fokus pada hal-hal yang bisa ia kendalikan telah membantunya menjaga level permainan di tingkat tertinggi. Bagi Kostyuk, tenis bukan hanya sekadar olahraga, melainkan platform untuk menunjukkan jati diri dan keberanian dalam mempertahankan prinsip hidup di tengah situasi dunia yang kompleks.