Meta dilaporkan telah mengambil langkah drastis dengan menghentikan sementara program pelacakan aktivitas karyawan setelah terjadi insiden kebocoran data internal yang cukup serius. Program ini sebelumnya dirancang untuk memantau perilaku karyawan, termasuk aktivitas pengetikan dan pergerakan kursor, yang kemudian digunakan sebagai data untuk melatih kecerdasan buatan (AI) perusahaan. Namun, kegagalan dalam menjaga privasi data telah memicu reaksi keras di internal perusahaan.
Kebocoran data tersebut dilaporkan mengekspos percakapan pribadi, penilaian kinerja karyawan, hingga transkrip rapat kepada pihak yang tidak berwenang di dalam organisasi. Insiden ini diklasifikasikan oleh Meta sebagai SEV 2, sebuah indikator yang menandakan peristiwa keamanan prioritas tinggi dalam skala internal mereka yang berkisar dari nol hingga lima. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dampak kebocoran tersebut bagi privasi staf.
Meskipun pihak manajemen Meta mengklaim bahwa hingga saat ini tidak ditemukan bukti adanya akses jahat atau eksternal yang memanfaatkan data tersebut, kegagalan perusahaan dalam mengamankan informasi sensitif sesuai janji awal telah menimbulkan frustrasi luas di kalangan karyawan. Kepercayaan terhadap sistem internal perusahaan kini dipertanyakan oleh banyak pihak setelah insiden ini terungkap ke publik.
Kejadian ini menambah daftar panjang masalah keamanan yang dialami Meta dalam waktu dekat. Sebelumnya, perusahaan juga menghadapi insiden teknis berupa celah keamanan pada chatbot AI mereka yang memungkinkan peretasan akun Instagram. Rentetan kejadian ini menimbulkan kekhawatiran mengenai prosedur keamanan yang diterapkan Meta dalam mengembangkan produk berbasis AI mereka.
Saat ini, tim teknis Meta tengah melakukan investigasi mendalam untuk menentukan bagaimana mekanisme perlindungan privasi gagal melindungi data telemetri yang telah dikumpulkan. Investigasi ini diharapkan dapat mengungkap kelemahan sistematis dalam infrastruktur data perusahaan. Selama proses investigasi berlangsung, seluruh aktivitas pelacakan input perilaku karyawan akan tetap dihentikan untuk mencegah risiko kebocoran lebih lanjut.
Langkah penghentian ini menjadi pengingat bagi perusahaan teknologi besar lainnya mengenai pentingnya transparansi dan etika dalam pengumpulan data karyawan. Fokus utama tim teknik saat ini adalah melakukan remediasi terhadap masalah paparan data yang mendasari insiden tersebut sebelum mempertimbangkan apakah program pelacakan ini akan dilanjutkan kembali atau dihentikan secara permanen di masa depan.