Plt Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Norman Ginting, menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah dapat merealisasikan target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 Gigawatt (GW). Namun, ambisi besar ini memerlukan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem energi terbarukan yang kokoh dan berkelanjutan.
Dalam keterangannya di Jakarta, Norman menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kemampuan Indonesia dalam menuntaskan delapan tantangan fundamental. Tantangan tersebut mencakup ketersediaan lahan, keterbatasan teknis terkait intermitensi energi, serta kesiapan infrastruktur pendukung yang memadai di berbagai wilayah.
Selain aspek teknis dan fisik, aspek regulasi dan sumber daya manusia juga menjadi sorotan utama. Norman merinci bahwa kepastian hukum, kebijakan yang mendukung, efisiensi rantai pasok industri, pembiayaan yang kompetitif, serta persiapan sumber daya manusia yang kompeten merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi agar target 100 GW bukan sekadar rencana di atas kertas.
Norman menjelaskan alasan mengapa PLTS menjadi prioritas utama transisi energi di Indonesia. Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki keunggulan berupa ketersediaan sinar matahari sepanjang tahun yang dapat diakses oleh masyarakat di mana pun, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan yang terpencil. Hal ini menjadikan tenaga surya sebagai sumber energi yang paling inklusif dan melimpah.
Lebih lanjut, Norman menyoroti pentingnya inovasi dalam penyimpanan energi agar pasokan listrik dari PLTS dapat digunakan selama 24 jam penuh. Ia juga menekankan bahwa biaya operasional tenaga surya kini semakin terjangkau, bahkan berpotensi lebih murah dibandingkan energi fosil seperti diesel. Dengan usia instalasi panel surya yang mencapai 25 tahun, investasi ini dinilai sangat efisien dan ramah lingkungan.
Terakhir, pembangunan PLTS dipandang sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi perdesaan. Dengan hadirnya akses listrik yang stabil dan berkelanjutan, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah dapat meningkat secara signifikan. Hal ini akan memicu terbentuknya ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan merata di seluruh pelosok tanah air, yang pada akhirnya mendukung kesejahteraan nasional secara menyeluruh.