Micron Technology baru saja merilis proyeksi keuangan kuartal mendatang yang melampaui ekspektasi Wall Street. Optimisme ini didorong oleh tingginya investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang memicu permintaan masif terhadap chip memori. Sebagai respons positif terhadap pengumuman tersebut, harga saham perusahaan melonjak lebih dari 9 persen dalam perdagangan setelah jam kerja.
Dalam laporannya, Micron menargetkan pendapatan kuartal keempat berada di kisaran 50 miliar dolar AS, dengan margin deviasi sekitar 1 miliar dolar AS. Angka ini jauh melampaui estimasi rata-rata analis yang sebelumnya mematok angka di kisaran 43,58 miliar dolar AS. Lonjakan proyeksi ini mencerminkan bagaimana pertumbuhan pesat AI generatif telah menjadikan komponen seperti High-Bandwidth Memory (HBM) sebagai elemen krusial bagi pusat data berskala besar.
Sebagai pemasok utama bagi prosesor AI milik Nvidia, Micron berada di posisi strategis dalam rantai pasok global. Perusahaan ini merupakan satu-satunya produsen chip memori kelas atas yang berbasis di Amerika Serikat. Saat ini, permintaan untuk chip HBM jauh melampaui kapasitas produksi yang ada, dan para analis memperkirakan kondisi ketimpangan antara suplai dan permintaan ini akan terus berlanjut hingga dua atau tiga tahun ke depan.
CEO Micron, Sanjay Mehrotra, menegaskan bahwa perusahaan memprioritaskan produksi HBM untuk memenuhi kebutuhan sektor AI. Dampaknya, produsen perangkat elektronik konsumen kini harus bersaing lebih ketat untuk mendapatkan pasokan memori konvensional, yang pada gilirannya mendorong kenaikan harga produk di pasar global. Mehrotra memprediksi kondisi pasokan yang ketat ini akan bertahan melampaui tahun 2027 akibat kendala struktural dan permintaan yang terus meningkat.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, Micron berencana melakukan investasi besar-besaran dalam perluasan infrastruktur produksi. Perusahaan mengalokasikan belanja modal untuk kuartal keempat sekitar 10 miliar dolar AS, angka yang juga melampaui ekspektasi analis sebesar 8,89 miliar dolar AS. Langkah agresif ini diambil demi mengamankan pangsa pasar di tengah persaingan teknologi yang semakin intensif.
Secara keseluruhan, kinerja keuangan Micron pada kuartal ketiga sangat impresif dengan pendapatan mencapai 41,46 miliar dolar AS, melampaui estimasi pasar sebesar 35,85 miliar dolar AS. Laba per saham yang disesuaikan juga tercatat sebesar 25,11 dolar AS, mengalahkan proyeksi awal sebesar 20,78 dolar AS. Dengan proyeksi laba per saham kuartal keempat mencapai 31 dolar AS, Micron semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci dalam ekosistem teknologi dunia.