Microsoft secara resmi mengumumkan rencana penghentian penggunaan issuer Azure DevOps untuk layanan Workload Identity Federation. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan standar keamanan dalam integrasi layanan cloud, dengan mengalihkan seluruh koneksi baru ke sistem Microsoft Entra issuer yang dianggap lebih aman dan efisien.
Sejak akhir tahun 2025, Microsoft telah menerapkan Microsoft Entra issuer sebagai standar default untuk setiap koneksi layanan baru yang dibuat. Sistem ini memanfaatkan token yang diterbitkan langsung oleh Entra ID, yang menawarkan integrasi lebih erat dan manajemen identitas yang lebih terpusat dibandingkan dengan metode lama (legacy issuer) yang selama ini digunakan oleh Azure DevOps.
Bagi para administrator sistem, transisi ini akan dimulai secara nyata pada Juli 2026. Microsoft akan mulai menampilkan peringatan pada antarmuka konfigurasi dan proses pipeline bagi koneksi yang masih bergantung pada issuer lama. Meskipun layanan tersebut masih akan tetap beroperasi hingga tenggat waktu pada tahun 2027, tindakan preventif sangat dianjurkan untuk menghindari gangguan pada alur kerja CI/CD otomatis.
Proses migrasi dari sistem lama ke sistem baru dirancang agar semudah mungkin. Administrator dapat melakukan konversi secara otomatis melalui menu pengaturan koneksi layanan di Azure DevOps dengan memilih opsi pembaruan yang tersedia. Fitur ini diharapkan dapat mengurangi beban kerja tim DevOps dalam melakukan pembaruan infrastruktur secara manual di seluruh lingkungan pengembangan.
Namun, jika proses konversi otomatis mengalami kegagalan akibat kendala izin atau hak akses, administrator diwajibkan untuk melakukan konfigurasi secara manual. Hal ini melibatkan pembuatan kredensial federasi di portal Entra dengan memasukkan nilai issuer dan subject yang spesifik sesuai dengan panduan teknis yang telah disediakan oleh Microsoft untuk memastikan konektivitas tetap terjaga.
Penting untuk dicatat bahwa perubahan ini tidak berlaku secara global untuk seluruh ekosistem. Aplikasi multi-tenant dan lingkungan cloud non-publik, seperti Azure Government, saat ini masih mendapatkan dukungan penuh hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah ini menegaskan komitmen Microsoft dalam menjaga stabilitas layanan bagi sektor-sektor yang memiliki persyaratan kepatuhan ketat sebelum melakukan migrasi total ke sistem identitas modern.