Nicolas Pepe membuktikan kualitasnya sebagai penyerang kunci bagi tim nasional Pantai Gading setelah mencetak dua gol krusial dalam pertandingan melawan Curacao pada Kamis lalu. Penampilan impresif ini menjadi titik balik bagi Pepe, yang sebelumnya sempat tersisih dari skuad nasional selama tujuh bulan terakhir, termasuk absen dalam perhelatan Piala Afrika.
Perjalanan Pepe kembali ke timnas tidaklah mudah. Ia sempat tidak dipanggil untuk dua laga persahabatan pada Maret lalu. Namun, cedera yang dialami pemain muda Yan Diomande memberikan peluang bagi Pepe untuk kembali dipanggil. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan, ia langsung membuktikan tajinya dengan mencetak gol kemenangan saat menghadapi Skotlandia, yang kemudian membawanya kembali ke skuad utama untuk turnamen besar di Amerika Utara.
Karier pemain berusia 31 tahun ini sempat diwarnai kontroversi pada Desember lalu terkait komentar kritisnya mengenai tim nasional Maroko. Kejadian tersebut memicu polemik di media sosial dan sempat menimbulkan ketegangan antara Pepe dengan pelatih Emerse Fae. Namun, saat ini kedua pihak telah sepakat untuk melupakan masa lalu demi kepentingan tim nasional.
Pelatih Emerse Fae memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Pepe. Menurut Fae, komunikasi antara dirinya dan sang pemain selalu terbuka meski sempat ada periode sulit. Fae menegaskan bahwa tim sangat senang bisa kembali memiliki sosok pemain berpengalaman seperti Pepe, yang kini telah menemukan kembali performa terbaiknya di lapangan.
Transformasi Pepe juga tidak lepas dari performa apiknya bersama Villarreal di LaLiga musim ini. Setelah sempat mengalami masa sulit pasca hengkang dari Arsenal dan berkarier di Liga Turki, Pepe kini berhasil membangun kembali reputasinya. Pengalaman yang ia bawa ke dalam skuad Pantai Gading terbukti krusial dalam membantu tim melaju ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Keberhasilan ini menjadi pembuktian bagi Pepe yang pernah menyandang status pemain termahal Arsenal. Meski sempat diragukan dan kehilangan tempat di bawah asuhan Mikel Arteta, keteguhan Pepe untuk terus berkompetisi di liga papan atas Eropa telah membuahkan hasil. Kini, ia siap menjadi ujung tombak Pantai Gading dalam mengarungi kompetisi internasional yang lebih menantang.