Perusahaan rintisan kecerdasan buatan, OpenAI, dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menunda rencana penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) hingga tahun depan. Langkah ini diambil di tengah diskusi internal mengenai strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan yang kini menjadi pemimpin di industri teknologi global.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa OpenAI telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia di Amerika Serikat. Perusahaan kabarnya membidik valuasi pasar yang sangat ambisius, yakni mencapai angka 1 triliun dolar AS. Target valuasi yang fantastis ini menjadi poin krusial dalam diskusi antara eksekutif perusahaan dan para penasihat keuangan mereka.
Dalam diskusi internal, para penasihat OpenAI memberikan dua opsi strategis kepada jajaran eksekutif. Pilihan pertama adalah menunggu hingga tahun 2027 untuk mencapai valuasi 1 triliun dolar AS secara matang, atau memilih opsi kedua yakni menurunkan target valuasi demi mempercepat proses melantai di bursa saham lebih awal.
Chief Financial Officer (CFO) OpenAI, Sarah Friar, dilaporkan telah memberikan sinyal kepada beberapa rekan bisnis bahwa perusahaan menargetkan tahun 2027 sebagai waktu yang ideal untuk melantai di bursa. Namun, CEO OpenAI, Sam Altman, menegaskan sikapnya bahwa menurunkan target valuasi 1 triliun dolar AS bukanlah pilihan yang dapat diterima oleh perusahaan.
Di sisi lain, OpenAI juga menghadapi tantangan regulasi yang cukup ketat dari pemerintah Amerika Serikat terkait keamanan teknologi. Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan telah meminta OpenAI untuk melakukan peluncuran model kecerdasan buatan terbaru mereka secara bertahap guna memitigasi risiko keamanan nasional yang mungkin timbul dari teknologi tersebut.
Menanggapi permintaan tersebut, Sam Altman menginformasikan kepada staf bahwa model terbaru mereka, GPT 5.6, akan dirilis dalam bentuk pratinjau terbatas kepada mitra terpilih. Pemerintah Amerika Serikat, melalui Kantor Direktur Siber Nasional dan Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi, akan memantau serta menyetujui akses pengguna secara individual selama periode pratinjau ini berlangsung.