LONDON: Proses evakuasi terhadap sekitar 11.000 pelaut yang terjebak akibat penutupan Selat Hormuz terpaksa dihentikan sementara pada Kamis (25/6). Keputusan ini diambil oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyusul insiden serangan terhadap sebuah kapal kargo di perairan Teluk Oman yang memicu kekhawatiran baru terkait keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.
Sebelumnya, badan maritim PBB tersebut telah mengumumkan rencana ambisius untuk mengevakuasi sekitar 600 kapal beserta awaknya yang terjebak di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini diambil menyusul kesepakatan awal antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri permusuhan yang telah melumpuhkan lalu lintas perdagangan laut di kawasan tersebut selama beberapa waktu terakhir.
Namun, ketegangan kembali meningkat setelah sebuah kapal kargo dilaporkan mengalami kerusakan akibat hantaman proyektil misterius di lepas pantai Oman. Meskipun kapal yang menjadi sasaran serangan tersebut tidak termasuk dalam daftar evakuasi resmi IMO, Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menegaskan perlunya penundaan operasional demi memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.
Dalam pernyataan resminya, Dominguez menyatakan bahwa keputusan untuk menjeda implementasi evakuasi bertujuan untuk memverifikasi ulang jaminan keamanan di sepanjang koridor pelayaran. Pihak IMO ingin memastikan bahwa protokol keselamatan tetap ditaati oleh semua pihak yang berwenang di wilayah tersebut sebelum melanjutkan proses evakuasi yang krusial bagi ribuan pelaut yang terdampar.
Sementara itu, badan keamanan UK Maritime Trade Operations (UKMTO) mengonfirmasi bahwa kapten kapal yang terkena serangan melaporkan adanya kerusakan pada bagian anjungan kapal. Beruntungnya, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Meski lalu lintas di Selat Hormuz sempat mencatat 70 penyeberangan pada hari Rabu, volume kapal saat ini masih jauh di bawah level normal sebelum konflik meletus.
Situasi di kawasan tersebut tetap sangat volatil. Otoritas Selat Teluk Persia Iran telah mengeluarkan peringatan keras bahwa kapal-kapal yang melintas di luar kerangka evakuasi yang telah ditetapkan tidak akan mendapatkan jaminan keamanan. Garda Revolusi Iran bahkan menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap kapal-kapal yang tidak mematuhi otorisasi resmi saat melintasi jalur perairan paling strategis di dunia tersebut.