Teknologi

Otoritas Malaysia Gagalkan Penyelundupan Chip AI Senilai US$13 Juta

Otoritas Malaysia Gagalkan Penyelundupan Chip AI Senilai US$13 Juta

Ringkasan

  • Otoritas Malaysia berhasil menggagalkan upaya penyelundupan chip AI canggih senilai US$13 juta yang disamarkan sebagai komponen komputer biasa.

Otoritas bea cukai Malaysia baru saja menggagalkan upaya penyelundupan komponen teknologi bernilai fantastis, yakni chip kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) canggih senilai hampir US$13 juta atau setara dengan Rp212 miliar. Penindakan ini dilakukan di zona perdagangan bebas Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 5 Juni lalu, setelah pihak berwenang mencurigai adanya aktivitas ekspor ilegal yang melibatkan puluhan unit server berperforma tinggi.

Direktur Bea Cukai Bandara, Zulkifli Muhammad, dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (26/6), mengungkapkan bahwa timnya telah menyita 72 unit server yang siap dikirim ke negara tujuan di Asia. Dalam dokumen pengiriman, barang-barang tersebut sengaja dideklarasikan hanya sebagai 'komponen komputer' biasa. Modus ini dilakukan sindikat penyelundup untuk mengelabui petugas dan menghindari deteksi dari sistem pengawasan ketat yang berlaku di Malaysia.

Langkah tegas ini diambil sejalan dengan kebijakan Malaysia yang memperketat aturan ekspor dan transhipment komponen semikonduktor dari Amerika Serikat sejak tahun lalu. Pemerintah Malaysia mewajibkan adanya izin perdagangan strategis serta notifikasi lanjutan jika terdapat indikasi penyalahgunaan atau pengalihan barang ke pihak yang tidak berwenang. Kebijakan ini merupakan respons atas meningkatnya posisi Malaysia sebagai pusat data (data center) yang berisiko dijadikan jalur transit ilegal bagi teknologi terlarang.

Zulkifli enggan merinci mengenai negara asal chip, produsen spesifik, maupun negara tujuan akhir dari pengiriman tersebut, dengan alasan proses investigasi masih terus berjalan. Namun, ia mengonfirmasi bahwa sebuah perusahaan logistik lokal yang terlibat dalam pengiriman tersebut telah dipanggil untuk memberikan keterangan dan membantu pihak berwenang dalam mengungkap jaringan sindikat yang berada di balik upaya penyelundupan ini.

Amerika Serikat sendiri terus memperketat pengawasan terhadap ekspor semikonduktor canggih, terutama yang melibatkan chip buatan Nvidia. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya geopolitik untuk membatasi akses teknologi AI ke negara-negara tertentu, termasuk Tiongkok. Malaysia dan Thailand kini menjadi sorotan utama karena sering kali menjadi titik transit dalam rantai pasok global yang mencoba menghindari sanksi perdagangan tersebut.

Kasus ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi negara-negara di Asia Tenggara dalam mengawasi arus masuk dan keluar teknologi sensitif. Selain penyelundupan ini, pemerintah Malaysia juga tengah mendalami insiden lain terkait bagaimana server yang memuat chip Nvidia asal AS dengan tujuan Singapura justru berakhir di wilayah Malaysia. Investigasi mendalam ini diharapkan dapat menutup celah keamanan dalam rantai pasok teknologi global agar tidak lagi disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menjadi peringatan bagi Indonesia yang juga sedang gencar mengembangkan ekosistem pusat data untuk memperketat regulasi kepabeanan teknologi sensitif. Penyelundupan chip AI dapat mengganggu stabilitas rantai pasok global dan berisiko menyeret negara transit ke dalam konflik perdagangan teknologi internasional antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
26 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit