Penyerang andalan tim nasional Republik Ceko, Patrik Schick, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola internasional pada Kamis (25/6). Keputusan ini diambil hanya satu hari setelah timnya tersingkir lebih awal di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026.
Melalui pernyataan resmi di akun Instagram pribadinya, pemain berusia 30 tahun tersebut menegaskan bahwa keputusan ini bukanlah tindakan impulsif. Schick menjelaskan bahwa ia telah mempertimbangkan langkah ini secara mendalam dalam kurun waktu yang cukup lama sebelum akhirnya memutuskan untuk menyudahi pengabdiannya bagi tim nasional.
Selama karier internasionalnya, Schick telah mencatatkan 56 penampilan dengan torehan 26 gol. Ia sempat menjadi sorotan dunia ketika tampil gemilang pada ajang Kejuaraan Eropa 2020. Saat itu, ia berhasil menyabet gelar pencetak gol terbanyak bersama Cristiano Ronaldo dengan total lima gol, termasuk gol ikonik dari tengah lapangan saat menghadapi Skotlandia yang dinobatkan sebagai Gol Terbaik Turnamen.
Namun, perjalanannya di Piala Dunia 2026 tidak berjalan mulus. Schick gagal mencetak satu pun gol dalam tiga pertandingan penyisihan grup. Puncaknya, ia sempat dicadangkan oleh pelatih dalam laga terakhir sebelum akhirnya masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.
Republik Ceko sendiri harus mengakhiri turnamen dengan hasil mengecewakan, menempati posisi juru kunci di Grup A dengan hanya mengoleksi satu poin dari tiga laga yang dimainkan. Kegagalan ini menjadi penutup yang pahit bagi perjalanan panjang Schick di ajang internasional.
Meski merasa sedih dengan hasil akhir timnya, Schick mengaku tetap bangga dengan segala pencapaian yang telah ia raih bersama tim nasional. Ia menutup pernyataannya dengan harapan besar bagi masa depan sepak bola Ceko, sembari menekankan keyakinannya bahwa talenta-talenta di negaranya masih memiliki potensi besar untuk bersaing di panggung dunia.