Pemerintah Amerika Serikat melalui Fish and Wildlife Service menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan bioteknologi Colossal Biosciences untuk membangun repositori genetik nasional atau yang dikenal sebagai BioVault. Inisiatif ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menyimpan materi genetik dari lebih dari 2.300 spesies tumbuhan dan hewan yang dilindungi di bawah Undang-Undang Spesies Terancam Punah (Endangered Species Act).
Proses pengumpulan sampel mencakup sel, jaringan reproduksi, dan DNA yang akan dikriopreservasi di laboratorium Colossal yang berlokasi di Dallas, Texas. Selain penyimpanan terpusat, salinan sampel juga akan didistribusikan ke berbagai lokasi di seluruh Amerika Serikat guna memastikan keamanan data genetik tersebut dari risiko kerusakan atau kehilangan.
Colossal Biosciences, perusahaan yang sebelumnya mencuri perhatian karena proyek de-ekstingsi, akan bertanggung jawab melakukan pengurutan genetik (genetic sequencing) terhadap seluruh sampel yang terkumpul. Data hasil sekuensing ini nantinya akan disediakan bagi para peneliti dan ahli konservasi untuk mendukung studi pemulihan populasi spesies yang berada di ambang kepunahan.
CEO dan pendiri Colossal, Ben Lamm, menyatakan bahwa langkah ini merupakan upaya krusial untuk menciptakan cadangan genetik sebanyak mungkin bagi spesies yang terancam. Pihaknya telah menyediakan perangkat pengumpulan sampel khusus agar mitra di lapangan dapat mengambil sampel darah, kulit, dan jaringan lainnya secara efisien dengan standar protokol yang ketat.
Di sisi lain, inisiatif ini berjalan di tengah sorotan kebijakan pemerintahan Trump yang cenderung melonggarkan perlindungan lingkungan, termasuk rencana untuk melemahkan Endangered Species Act demi kepentingan industri energi. Meski ada perdebatan mengenai kebijakan konservasi, Menteri Dalam Negeri AS, Doug Burgum, menegaskan bahwa kolaborasi ini menggabungkan keahlian ilmiah pemerintah dengan inovasi sektor swasta untuk memperkuat masa depan keanekaragaman hayati.
Secara teknis, pemanfaatan bank gen ini diharapkan dapat menjadi alat penyelamat spesies melalui teknologi kloning atau intervensi genetik canggih. Sebagai preseden, pemerintah AS sebelumnya pernah berhasil mengkloning ferret berkaki hitam, salah satu mamalia paling langka di Amerika Utara, dengan memanfaatkan sel yang dikriopreservasi sejak tahun 1980-an, sebuah pencapaian yang membuka potensi baru dalam konservasi modern.