Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target ambisius untuk memperluas cakupan konektivitas internet di sektor pendidikan. Sebanyak 16.557 sekolah ditargetkan akan mendapatkan akses internet penuh pada tahun 2026. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian strategis dari upaya pemerintah dalam menciptakan pemerataan ekosistem pembelajaran digital di seluruh penjuru tanah air.
Transformasi digital dalam dunia pendidikan tidak hanya akan difokuskan pada sekolah-sekolah di wilayah perkotaan besar saja. Qodari menekankan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus pada sekolah-sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Tujuannya adalah memastikan setiap satuan pendidikan memiliki standar akses layanan pendidikan yang berkualitas, modern, dan berbasis teknologi yang setara dengan wilayah maju.
Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemenuhan infrastruktur digital. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 8.265 sekolah telah berhasil menerima akses internet. Dengan target 16.557 sekolah pada tahun 2026, pemerintah menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur digital di pelosok negeri. Perluasan akses ini diharapkan mampu memberikan kesempatan belajar yang lebih adil bagi setiap peserta didik.
Secara statistik, saat ini sekitar 77 persen satuan pendidikan di Indonesia telah memiliki konektivitas internet yang memadai. Namun, pemerintah tetap menaruh perhatian besar pada 23 persen sisanya yang hingga kini belum terjangkau jaringan. Sektor yang belum terjangkau ini menjadi prioritas utama dalam rencana kerja pemerintah ke depan, guna memastikan tidak ada sekolah yang tertinggal dalam proses digitalisasi nasional.
Selain menyediakan infrastruktur fisik berupa akses internet, pemerintah juga meluncurkan platform pembelajaran digital terpadu yang disebut Ekosistem Rumah Pendidikan. Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan digital ke dalam satu pintu. Melalui platform ini, guru dan siswa dapat mengakses materi pembelajaran, asesmen, hingga pengembangan karakter secara lebih efisien dan terorganisir.
Salah satu fitur unggulan dalam Ekosistem Rumah Pendidikan adalah Ruang Murid. Hingga saat ini, fitur tersebut telah mencatatkan 1,3 juta pengguna aktif bulanan, yang menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pemanfaatan teknologi dalam kelas. Inisiatif ini merupakan implementasi nyata dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 mengenai percepatan digitalisasi pembelajaran dan penguatan layanan pendidikan yang berkualitas bagi generasi mendatang.