Kampanye untuk pemilihan umum negara bagian Johor resmi dimulai pada Sabtu (27/6), dengan total 172 kandidat yang akan memperebutkan 56 kursi di dewan legislatif negara bagian. Komisi Pemilihan Umum Malaysia telah mengonfirmasi bahwa seluruh kursi akan diperebutkan, menandai dimulainya persaingan politik yang krusial bagi peta kekuatan di tingkat federal.
Koalisi petahana Barisan Nasional (BN) dan blok oposisi terbesar Pakatan Harapan (PH) telah menepati janji mereka untuk menurunkan kandidat di seluruh 56 kursi. Langkah ini ditegaskan oleh Menteri Besar Johor, Onn Hafiz Ghazi, dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Menariknya, PH memilih untuk melakukan penyegaran besar-besaran dengan mengusung banyak wajah baru dalam daftar kandidat mereka.
Di sisi lain, Perikatan Nasional (PN) yang merupakan oposisi di tingkat federal, hanya mendaftarkan kandidat di 33 kursi saja. Padahal, sebulan sebelumnya mereka sempat menyatakan ambisi untuk bertarung di seluruh 56 kursi. Analis politik menilai bahwa penurunan jumlah kandidat ini dipicu oleh konflik internal yang berkepanjangan antara partai komponen utama, yaitu Parti Islam Se-Malaysia (PAS) dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu).
Para pengamat menilai keputusan PN untuk tidak bertarung di 23 kursi sisanya dapat memberikan keuntungan strategis bagi BN. Dengan absennya PN di wilayah tersebut, potensi perpecahan suara etnis Melayu dapat diminimalkan, sehingga memperbesar peluang BN untuk meraih kemenangan. Meskipun BN membantah adanya pakta politik formal, langkah PN ini dianggap sebagai sinyal kemungkinan kerja sama masa depan antara PAS dan UMNO.
Strategi PH dalam melakukan regenerasi kepemimpinan terlihat jelas dengan tidak dicalonkannya beberapa tokoh senior Johor, seperti Wakil Menteri Keuangan Liew Chin Tong dan ketua koalisi Johor, Aminolhuda Hassan. Langkah ini diyakini sebagai bagian dari transisi kepemimpinan di mana para tokoh senior diproyeksikan untuk memainkan peran yang lebih besar di panggung politik nasional, sementara posisi di tingkat negara bagian diberikan kepada politisi muda yang lebih fokus pada isu lokal.
Selain tiga koalisi besar tersebut, partai lain seperti Parti Bersama Malaysia, Malaysian United Democratic Alliance (MUDA), Partai Sosialis Malaysia, dan Partai Orang Asli Malaysia juga ikut ambil bagian dalam kontestasi ini. Tercatat terdapat 14 pertarungan langsung, 27 pertarungan tiga arah, 12 pertarungan empat arah, dan tiga pertarungan lima arah. Dengan 40 kursi yang dipertahankan oleh BN, pemilihan ini menjadi ujian penting bagi stabilitas pemerintahan persatuan di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim.