Ratusan pemuda yang terdiri dari anak jalanan hingga mantan pelaku tawuran berkumpul di Rusun Mawar, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (28/6), untuk mengikuti ajang 'Penjaringan Boxing Showcase Vol.2'. Turnamen tinju ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Polres Metro Jakarta Utara, Polsek Metro Penjaringan, dan Forum Penjaringan Bersatu sebagai upaya preventif menekan angka kriminalitas remaja di wilayah tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan bakat di bidang olahraga tinju. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan volume pertama terbukti signifikan dalam menurunkan intensitas tawuran di Jakarta Utara, sehingga ajang ini dilanjutkan dengan skala yang lebih luas.
Sebanyak 130 peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari 17 hingga 20 tahun, turut ambil bagian dalam turnamen ini. Kombes Pol Erick berharap ajang ini dapat memetakan potensi atlet tinju berbakat dari Jakarta Utara yang nantinya dapat dibina lebih lanjut untuk berkompetisi di tingkat Provinsi DKI Jakarta maupun nasional.
Selain sebagai upaya menekan angka tawuran, gelaran tinju ini juga menjadi rangkaian perayaan HUT ke-80 Bhayangkara. Pihak kepolisian terus berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan positif, mulai dari turnamen e-sport, aksi bakti sosial, hingga layanan kesehatan yang dilakukan secara rutin di berbagai titik di Jakarta Utara.
Ketua Forum Penjaringan Bersatu, Nurjaman, menjelaskan bahwa turnamen ini lahir dari keprihatinan terhadap maraknya aksi tawuran di kalangan anak muda. Dengan memberikan ruang kompetisi yang teratur, para pemuda yang sebelumnya terlibat perselisihan kini dapat menyalurkan ego mereka melalui pertandingan yang sportif, bahkan banyak di antara mereka yang akhirnya berdamai setelah saling berhadapan di ring tinju.
Lebih lanjut, Nurjaman berharap Pemerintah Kota Jakarta Utara dapat memberikan perhatian lebih, khususnya dalam penyediaan fasilitas sasana latihan tinju yang legal dan memadai. Hal ini dinilai krusial agar minat dan bakat yang telah tersalurkan melalui turnamen ini dapat terus berkembang secara berkelanjutan, sehingga para pemuda memiliki alternatif kegiatan yang menjauhkan mereka dari perilaku negatif di masa depan.