Ratusan warga memadati kawasan Kwun Tong, Hong Kong, pada Minggu malam untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Yue Man Square. Momen emosional ini terjadi tepat sebelum otoritas setempat menutup akses jalan secara permanen sebagai bagian dari proyek revitalisasi perkotaan yang ambisius di pusat kota tersebut.
Suasana haru menyelimuti persimpangan jalan saat keluarga, pasangan, dan mantan penduduk berkumpul di bawah papan penunjuk arah Yue Man Square dan Tung Yan Street. Banyak dari mereka yang menyempatkan diri untuk mengabadikan momen terakhir dengan berfoto, mengenang memori yang telah terjalin selama puluhan tahun di lokasi tersebut.
Fiona Kung, seorang pensiunan berusia 63 tahun, mengenang masa lalunya saat sering berkunjung ke kawasan ini bersama putrinya. Bagi Fiona, Yue Man Square bukan sekadar pusat perbelanjaan biasa, melainkan pusat kehidupan komunitas yang menawarkan kuliner khas seperti mi jeroan sapi dan berbagai jajanan kaki lima yang legendaris.
Meski kawasan ini tidak tergolong sebagai tempat mewah, suasananya yang selalu hidup dan ramai menjadi identitas kuat bagi distrik Kwun Tong. Bagi banyak warga, penutupan jalan ini menandai berakhirnya sebuah era di mana interaksi sosial dan budaya lokal tumbuh subur di tengah kepungan pembangunan modern.
Gelombang nostalgia juga meluas ke media sosial, di mana masyarakat berbagi foto-foto lama saat mereka menghabiskan waktu di area tersebut. Salah satu ikon yang paling dirindukan adalah gerai McDonald's di Yue Man Square yang sempat beroperasi selama 36 tahun sebelum akhirnya ditutup pada tahun 2017.
Proyek penutupan jalan ini merupakan bagian dari rencana besar Otoritas Pembaruan Perkotaan (Urban Renewal Authority) untuk mengubah wajah pusat kota Kwun Tong. Meskipun pembangunan dianggap perlu untuk modernisasi, hilangnya ruang publik yang memiliki nilai sejarah mendalam ini menyisakan kesedihan bagi generasi yang tumbuh bersama dinamika kawasan tersebut.