Pesta sepak bola terbesar dunia, Piala Dunia 2026, kini memasuki fase krusial seiring dengan mulai terbentuknya peta persaingan di babak gugur. Fase knock-out perdana, yakni babak 32 besar, dijadwalkan berlangsung mulai 28 Juni hingga 3 Juli mendatang. Turnamen edisi kali ini menjadi sejarah baru bagi FIFA karena melibatkan 48 negara peserta, yang secara otomatis mengubah struktur kompetisi menjadi lebih menantang dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
Format baru turnamen ini menetapkan bahwa dua tim teratas dari masing-masing 12 grup akan langsung melaju ke babak 32 besar. Selain itu, FIFA juga memberikan kesempatan bagi delapan tim peringkat ketiga terbaik untuk ikut serta dalam babak gugur. Sistem ini diterapkan untuk mengakomodasi penambahan jumlah peserta, sekaligus memberikan dinamika kompetisi yang lebih luas bagi negara-negara dari berbagai konfederasi.
Jadwal turnamen telah disusun secara sistematis setelah fase grup berakhir pada 27 Juni. Setelah babak 32 besar selesai, kompetisi akan berlanjut ke babak 16 besar pada 4-7 Juli, perempat final pada 9-11 Juli, dan semifinal pada 14-15 Juli. Puncak perhelatan akbar ini akan ditutup dengan perebutan juara ketiga pada 18 Juli, sebelum laga final bersejarah yang akan digelar pada 19 Juli.
Salah satu perubahan paling signifikan dalam Piala Dunia 2026 adalah kriteria penentuan posisi klasemen jika terjadi poin yang sama. Untuk pertama kalinya, FIFA menerapkan rekor head-to-head sebagai penentu utama, menggantikan selisih gol yang selama ini menjadi acuan utama. Perubahan ini telah memakan korban, di mana beberapa negara seperti Haiti, Turki, Tunisia, Yordania, dan Panama harus tersingkir lebih awal karena catatan pertemuan langsung yang tidak menguntungkan.
Dalam regulasi baru FIFA, jika dua tim atau lebih memiliki poin yang sama, kriteria pertama yang dilihat adalah perolehan poin di antara tim-tim tersebut, diikuti oleh selisih gol head-to-head, dan jumlah gol yang dicetak dalam pertemuan langsung. Jika kedudukan masih imbang, maka FIFA akan melihat selisih gol dan jumlah gol di seluruh pertandingan grup, hingga skor kedisiplinan (kartu kuning dan merah) sebagai penentu selanjutnya.
Apabila seluruh kriteria tersebut masih menghasilkan kedudukan yang sama, FIFA akan menggunakan peringkat FIFA terbaru sebagai penentu akhir untuk menentukan posisi tim di klasemen. Sementara itu, untuk menentukan delapan tim peringkat ketiga terbaik, FIFA menggunakan kriteria akumulasi poin dari seluruh pertandingan grup, selisih gol, hingga jumlah gol yang dicetak selama babak penyisihan berlangsung.