Komedian sekaligus bintang serial HBO 'Crashing', Pete Holmes, memiliki pendekatan yang tidak lazim terhadap penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya. Di tengah tren masyarakat modern yang kecanduan layar ponsel, Holmes berhasil menjaga durasi penggunaan gawainya di bawah satu jam setiap hari. Baginya, ketergantungan pada notifikasi dan pesan singkat terasa seperti beban pekerjaan yang tidak berkesudahan, sehingga ia memilih untuk membatasi akses tersebut secara drastis.
Salah satu rahasia sukses Holmes adalah penggunaan fitur widget 'Screen Time' yang ditempatkan secara mencolok di layar utama ponselnya. Ia mengibaratkan langkah ini seperti seseorang yang sedang menjalani program diet dan harus rutin menimbang berat badan untuk memantau progres. Dengan selalu melihat angka durasi penggunaan yang terpampang jelas, ia merasa lebih sadar dan terkontrol dalam menggunakan perangkatnya, yang terbukti efektif menekan rata-rata penggunaan hariannya hingga ke angka satu jam lima belas menit per minggu.
Selain strategi manajemen waktu, Holmes juga memiliki preferensi perangkat keras yang unik. Ia memilih menggunakan iPhone Air edisi 2025, sebuah model yang jarang diminati pasar karena spesifikasinya yang dianggap tidak 'canggih' dibandingkan model iPhone Max. Bagi Holmes, desain perangkat yang ramping dan sederhana justru mencerminkan estetika masa depan yang ia dambakan, sekaligus memberikan kesan eksklusif karena tidak banyak orang yang menggunakannya.
Holmes secara tegas menolak tren ponsel dengan baterai raksasa dan fitur berlebihan yang menurutnya hanya membuat orang terlihat seperti pekerja kantoran di Silicon Valley. Ia lebih memilih perangkat yang memaksanya untuk tidak terlalu lama menatap layar. Baginya, daya tahan baterai yang terbatas pada iPhone Air justru menjadi pengingat untuk segera meletakkan ponsel dan kembali berinteraksi dengan dunia nyata.
Lebih lanjut, Holmes mengungkapkan bahwa ia telah menghapus semua aplikasi media sosial dari ponselnya. Ia berpendapat bahwa manusia tidak seharusnya dibombardir dengan informasi dari seluruh penjuru dunia secara konstan saat sedang mengantre di bandara atau dalam situasi sehari-hari lainnya. Keputusan ini diambil karena ia merasa bahwa aliran informasi yang tidak berhenti justru mengaburkan esensi dari kehidupan personal yang sebenarnya.
Meski sangat membatasi penggunaan ponsel, Holmes bukanlah seorang antiteknologi atau Luddite. Ia justru menyatakan diri sebagai seorang optimis terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) di masa depan. Baginya, tantangan terbesar manusia saat ini bukanlah menolak teknologi, melainkan belajar untuk perlahan-lahan melepaskan ketergantungan emosional pada layar ponsel agar bisa menjalani hidup dengan lebih tenang dan fokus.