Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 telah mencatatkan rekor baru dalam industri perjudian olahraga dunia, bahkan sebelum babak gugur dimulai. Dengan penambahan jumlah tim peserta menjadi 48 negara dan total 104 pertandingan, turnamen ini diproyeksikan akan melampaui volume taruhan pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Faktor pendukung utama lonjakan ini adalah regulasi perjudian yang semakin terbuka di berbagai negara, serta jadwal pertandingan yang lebih ramah bagi penonton di pasar global utama.
Flutter Entertainment, perusahaan taruhan daring terbesar di dunia yang menaungi merek seperti FanDuel dan Sky Bet, menyatakan bahwa keterlibatan publik dalam turnamen kali ini meningkat pesat. Perusahaan tersebut memperkirakan akan melayani sekitar 10 juta pelanggan di berbagai platform mereka dengan puncak aktivitas mencapai 100.000 taruhan per menit. Flutter memproyeksikan total nilai taruhan tahun ini akan mencapai setidaknya dua kali lipat dibandingkan dengan volume yang tercatat pada turnamen di Qatar.
Lembaga keuangan Macquarie memprediksi total taruhan Piala Dunia secara global akan menembus angka 50 miliar dolar AS, jauh melampaui angka 35 miliar dolar AS pada edisi sebelumnya. Salah satu penggerak utama pertumbuhan ini adalah perubahan lanskap regulasi di Amerika Serikat. Saat ini, akses terhadap taruhan legal telah menjangkau 65 persen populasi AS, meningkat signifikan dari sekitar 40 persen pada tahun 2022.
Data dari platform taruhan besar menunjukkan antusiasme yang luar biasa pada fase awal turnamen. Pertandingan pembuka tim nasional Amerika Serikat dan Brasil tercatat sebagai dua pertandingan sepak bola dengan jumlah pelanggan aktif tertinggi dalam sejarah FanDuel. Sementara itu, DraftKings melaporkan lonjakan volume taruhan hingga lima kali lipat dibandingkan fase awal Piala Dunia 2022, mencerminkan pergeseran perilaku konsumen yang semakin masif.
Para analis dari Deutsche Bank memproyeksikan angka taruhan khusus di Amerika Serikat akan mencapai 3,3 miliar dolar AS, dipimpin oleh raksasa industri seperti FanDuel dan DraftKings. Angka ini hampir dua kali lipat dari proyeksi taruhan untuk acara Super Bowl tahun ini, menunjukkan bahwa Piala Dunia kini telah menjadi magnet ekonomi utama dalam industri hiburan olahraga global.
Meskipun lonjakan keterlibatan ini terlihat sangat menjanjikan bagi perusahaan penyedia layanan taruhan, para pakar tetap mengingatkan adanya ketidakpastian mengenai dampak finansial jangka panjang. Pertumbuhan yang sangat cepat ini menuntut pengawasan regulasi yang lebih ketat di berbagai yurisdiksi, mengingat skala ekonomi yang terlibat telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah turnamen sepak bola internasional.