Bisnis & Startup

Proyeksi Micron dan Qualcomm Picu Lonjakan Saham Chip AI Senilai USD 400 Miliar

Proyeksi Micron dan Qualcomm Picu Lonjakan Saham Chip AI Senilai USD 400 Miliar

Ringkasan

  • Proyeksi pendapatan optimis dari Micron dan Qualcomm memicu pemulihan pasar saham sektor chip AI dengan nilai tambah mencapai USD 400 miliar.

Pasar saham Wall Street kembali bergairah setelah sektor produsen chip mencatatkan lonjakan nilai pasar hingga lebih dari USD 400 miliar pada perdagangan Rabu malam. Kebangkitan ini dipicu oleh proyeksi keuangan yang sangat optimis dari dua raksasa teknologi, Micron Technology dan Qualcomm, yang berhasil meredam kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sempat meredup.

Micron Technology mencatat kenaikan saham sebesar 12 persen dalam perdagangan di luar jam kerja (extended trade). Perusahaan ini memproyeksikan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi para analis, sebuah sinyal kuat bahwa investasi besar-besaran dalam infrastruktur AI akan terus mendorong permintaan tinggi terhadap produk chip memori mereka di masa depan.

Di sisi lain, Qualcomm memberikan kejutan positif dengan mengumumkan target ambisius untuk lini bisnis pusat data mereka. Perusahaan tersebut memproyeksikan perolehan pendapatan sebesar USD 15 miliar dari sektor pusat data pada tahun 2029. Langkah ini menegaskan pergeseran strategis Qualcomm untuk mengurangi ketergantungan pada bisnis inti chip ponsel pintar dan beralih fokus sepenuhnya menuju ekosistem AI.

Sentimen positif ini menular ke seluruh industri semikonduktor. Perusahaan kompetitor seperti Western Digital, Sandisk, dan Seagate Technology masing-masing mencatatkan kenaikan harga saham lebih dari 8 persen. Sementara itu, pemain besar lainnya seperti Arm Holdings naik 6 persen, Marvell bertambah 4 persen, dan Broadcom menguat 2 persen, memperkuat optimisme investor di seluruh lini sektor teknologi.

Perusahaan pendukung ekosistem, termasuk Applied Materials dan ASML yang bergerak di bidang penyediaan peralatan manufaktur khusus untuk semikonduktor, juga mengalami kenaikan nilai saham lebih dari 4 persen. Kenaikan ini terjadi setelah pasar sempat dihantui keraguan pada Selasa lalu, di mana indeks chip PHLX sempat anjlok 8 persen akibat kekhawatiran bahwa belanja modal AI yang masif mungkin membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan keuntungan nyata.

Terlepas dari fluktuasi pasar minggu ini, indeks chip PHLX tetap menunjukkan performa impresif dengan kenaikan sebesar 90 persen sepanjang tahun 2026. Saham Micron sendiri telah mencatatkan kenaikan luar biasa lebih dari 260 persen sejak awal tahun hingga saat ini, membuktikan bahwa permintaan infrastruktur AI tetap menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi di sektor teknologi global.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menunjukkan bahwa pasar global masih memiliki kepercayaan tinggi terhadap infrastruktur AI, yang berpotensi memengaruhi investasi teknologi di Indonesia dalam penyediaan pusat data. Bagi pelaku industri di Indonesia, tren ini menjadi sinyal penting bahwa efisiensi perangkat keras akan menjadi kunci utama dalam adopsi teknologi AI berskala besar di masa depan.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
24 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit