Qualcomm dijadwalkan akan memanfaatkan momentum Investor Day pada hari Rabu ini untuk memaparkan strategi ambisius perusahaan dalam melakukan diversifikasi bisnis. Fokus utama dari langkah strategis ini adalah ekspansi agresif ke pasar chip kecerdasan buatan (AI) untuk pusat data, sebuah sektor yang tumbuh pesat namun memiliki tingkat kompetisi yang sangat ketat di pasar global.
Langkah ini diambil sebagai respons atas tekanan yang kian meningkat di pasar smartphone, di mana Qualcomm selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok chipset utama untuk produsen perangkat Android. Namun, sektor ini mulai menghadapi tantangan berat akibat kelangkaan chip memori yang dipicu oleh tingginya permintaan infrastruktur AI, serta tren perusahaan besar seperti Apple dan Samsung yang kini lebih memilih mengembangkan chip mereka sendiri secara mandiri.
Dalam upaya memperkuat posisinya, Qualcomm berencana mengumumkan daftar pelanggan baru untuk produk chip AI mereka. Perusahaan berusaha keras untuk menembus pasar yang saat ini didominasi secara mutlak oleh Nvidia. Analis dari Bank of America memperingatkan bahwa Qualcomm akan menghadapi tantangan berat karena harus berhadapan dengan pemain besar lainnya seperti Cerebras, serta solusi chip kustom dari raksasa teknologi seperti Amazon dengan Graviton dan Google dengan Axion.
Sejalan dengan rencana tersebut, Qualcomm telah mengonfirmasi bahwa mereka akan mulai mendistribusikan prosesor dan chip AI khusus untuk pusat data pada akhir tahun ini. Perusahaan saat ini tengah bekerja sama dengan berbagai mitra strategis untuk mengembangkan tiga jenis teknologi utama, yakni unit pemrosesan pusat (CPU), akselerator inferensi, serta sirkuit terintegrasi khusus aplikasi (ASIC), yang saat ini permintaannya sedang melonjak tinggi.
Salah satu fokus utama Qualcomm adalah pada teknologi inferensi AI, yakni proses menjalankan model AI yang telah dilatih, yang kini menjadi medan pertempuran baru bagi para produsen semikonduktor. Bank of America memprediksi bahwa inisiatif di sektor pusat data ini berpotensi memberikan kontribusi pendapatan tahunan antara 2 miliar hingga 5 miliar dolar AS bagi Qualcomm pada periode fiskal 2027-2028.
Selain pengembangan perangkat keras, Qualcomm juga memperkuat ekosistem perangkat lunak mereka melalui akuisisi startup AI, Modular, senilai 4 miliar dolar AS. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk menantang dominasi platform CUDA milik Nvidia, yang selama ini menjadi standar industri bagi para pengembang aplikasi AI di seluruh dunia. Investor kini menanti target finansial jangka panjang perusahaan sebagai tolok ukur keberhasilan diversifikasi ini.