Lonjakan harga yang dipicu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini mulai merembet ke seluruh ekosistem rantai pasok semikonduktor global. Fenomena ini tidak lagi terbatas pada unit pemrosesan grafis (GPU) atau chip memori saja, melainkan telah merambah ke sektor material hulu dan bahan baku manufaktur yang krusial bagi industri teknologi.
Para pemasok komponen yang sebelumnya tidak terlalu diperhatikan kini mulai memiliki daya tawar yang jauh lebih kuat. Hal ini terjadi karena tingginya kompetisi di antara produsen perangkat teknologi yang berebut kapasitas produksi terbatas guna memenuhi permintaan infrastruktur AI yang terus berkembang pesat di berbagai belahan dunia.
Komponen yang terdampak mencakup berbagai macam perangkat, mulai dari chip daya dan kapasitor yang berfungsi mengatur aliran listrik di dalam pusat data AI, hingga material dasar seperti laminasi berlapis tembaga dan kain kaca yang menjadi fondasi papan sirkuit cetak (PCB). Selain itu, gas industri, katup khusus, dan komponen keramik yang digunakan dalam peralatan pembuatan chip juga mengalami tekanan harga yang signifikan.
Analis dari Sinolink Securities, Liu Gaochang, mengungkapkan bahwa kapasitor dan semikonduktor daya saat ini telah memasuki siklus kenaikan harga yang nyata. Menurutnya, penyesuaian harga ini telah meluas dari produk-produk tertentu ke kategori yang jauh lebih luas, mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan yang semakin memburuk di pasar global.
Data menunjukkan bahwa server yang dirancang untuk kebutuhan AI memerlukan jumlah kapasitor tiga hingga sepuluh kali lebih banyak dibandingkan server tradisional. Akibatnya, pesanan untuk komponen daya dilaporkan telah mencapai kapasitas penuh, yang diperparah dengan kenaikan biaya material pendukung lainnya seperti aluminium foil, bahan kimia industri, serta biaya energi listrik yang terus meningkat.
Sebagai bukti nyata, produsen kapasitor keramik multilayer (MLCC) terbesar di dunia asal Jepang, Murata Manufacturing, dikabarkan akan menaikkan harga produk mereka sebesar 10 hingga 40 persen mulai Juli mendatang. Kenaikan ini terutama menyasar komponen yang digunakan dalam server AI serta perangkat elektronik otomotif kelas atas, yang menjadi sinyal kuat bahwa tekanan biaya ini akan segera dirasakan oleh konsumen akhir di industri teknologi global.