Internasional

Perkuat Kerja Sama Industri, Indonesia dan Kazakhstan Bentuk Komite Kerja

Perkuat Kerja Sama Industri, Indonesia dan Kazakhstan Bentuk Komite Kerja

Ringkasan

  • Pemerintah Indonesia dan Kazakhstan membentuk komite kerja untuk memperkuat rantai pasok industri, investasi bersama, dan kolaborasi sektor manufaktur di kawasan Eurasia.

Pemerintah Indonesia secara resmi mengambil langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok industri dengan Kazakhstan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperluas kolaborasi bilateral sekaligus mendorong penguatan ekosistem industri di kawasan Eurasia yang memiliki potensi pertumbuhan sangat besar.

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengonfirmasi bahwa kedua negara telah sepakat untuk membentuk mekanisme 'working committee' atau komite kerja. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Ekaterinburg, Rusia, sebagai wadah untuk mengawal realisasi peluang kerja sama industri antara kedua negara secara konkret.

Dalam struktur komite kerja tersebut, pemerintah Indonesia menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta. Menperin Agus Gumiwang menyatakan bahwa porsi terbesar dalam komite ini nantinya akan diisi oleh pelaku dunia usaha, seperti Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta berbagai asosiasi industri terkait lainnya, guna memastikan kerja sama yang terjalin bersifat realistis dan menjawab kebutuhan nyata pasar.

Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup eksplorasi dan implementasi proyek investasi bersama di berbagai sektor strategis, mulai dari teknik mesin, industri otomotif, hingga industri kimia dan industri ringan. Kolaborasi ini akan dijalankan melalui kombinasi skema pemerintah dengan pemerintah (G2G), pemerintah dengan bisnis (G2B), serta bisnis dengan bisnis (B2B) untuk memastikan keberlanjutan proyek.

Selain fokus pada investasi, kedua negara juga berkomitmen untuk memperkuat kemitraan ekonomi melalui pertukaran teknologi serta pengembangan rantai pasok yang saling melengkapi. Rencana aksi yang akan dijalankan meliputi pengembangan kawasan industri, pembentukan usaha patungan (joint venture), lokalisasi produksi, hingga kolaborasi di bidang metalurgi serta pengolahan mineral hilir untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

Terakhir, kerja sama ini juga menyentuh aspek pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kapasitas pendidikan dan tenaga kerja industri. Dengan adanya dialog rutin dan forum bisnis bersama, Indonesia berharap dapat meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional di pasar global sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi produk-produk industri Indonesia di kawasan Eurasia.

Mengapa Ini Penting

Langkah ini membuka peluang bagi industri nasional untuk mendiversifikasi pasar ekspor dan rantai pasok ke luar Asia Tenggara, khususnya ke pasar Eurasia yang sedang berkembang. Selain itu, keterlibatan aktif sektor swasta dalam komite kerja ini akan mempercepat transfer teknologi dan hilirisasi mineral yang krusial bagi kemandirian industri manufaktur Indonesia.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit