Seoul – Dua raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix, secara resmi mengumumkan rencana investasi skala besar pada Senin lalu. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas lonjakan permintaan global terhadap chip memori dan perangkat keras yang mendukung ekosistem kecerdasan buatan (AI).
Dalam pengarahan nasional yang dipimpin oleh Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, Chairman SK Group, Chey Tae-won, mengungkapkan rencana ambisius perusahaan. SK Group berkomitmen mengalokasikan dana mencapai 1.100 triliun won untuk pengembangan lini produksi semikonduktor mutakhir dan 1.000 triliun won lainnya khusus untuk pembangunan pusat data berbasis AI.
Chey menambahkan bahwa komitmen investasi ini bersifat jangka panjang. SK Group menargetkan rata-rata investasi domestik di atas 100 triliun won setiap tahunnya selama satu dekade ke depan. Hal ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mempertahankan dominasi di pasar semikonduktor global.
Di pihak lain, Chairman Samsung Electronics, Lee Jae-yong, memaparkan rencana ekspansi geografis yang strategis. Samsung tengah mempertimbangkan Kota Gwangju di wilayah barat daya sebagai lokasi utama untuk lini produksi semikonduktor terbaru mereka guna memperkuat kapasitas manufaktur nasional.
Selain itu, Samsung akan membangun fasilitas produksi untuk memori bandwidth tinggi (HBM) di Provinsi Chungcheong. Fokus investasi lainnya juga diarahkan pada pengembangan pusat data AI serta riset robotika canggih di Provinsi Gyeongsang Utara, yang diharapkan menjadi pusat inovasi teknologi baru di Korea Selatan.
Presiden Lee Jae-myung menyambut baik langkah investasi masif ini. Pemerintah Korea Selatan berkomitmen memberikan dukungan penuh, termasuk kemudahan regulasi dan insentif, guna memastikan proyek-proyek strategis ini berjalan lancar dan memperkuat posisi Korea Selatan dalam persaingan teknologi global.