Teknologi

Sony Bravia 7 Mark II (2026): Performa Kelas Menengah dengan Harga Premium

Sony Bravia 7 Mark II (2026): Performa Kelas Menengah dengan Harga Premium

Ringkasan

  • Sony Bravia 7 Mark II hadir sebagai TV kelas menengah dengan harga premium, namun pengujian menunjukkan kelemahan pada kontras dan kualitas warna.

Sony kembali merilis lini televisi terbarunya melalui Bravia 7 Mark II, sebuah perangkat yang diposisikan di segmen menengah namun dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Dalam pengujian mendalam, kualitas warna dan kontras yang dihasilkan televisi ini dinilai kurang memuaskan jika dibandingkan dengan ekspektasi harga yang ditawarkan. Detail halus seperti kabut di atas pegunungan atau gradasi warna pada objek alam sering kali terlihat tidak tajam dan kurang hidup.

Masalah utama pada Bravia 7 Mark II terletak pada manajemen kontrasnya. Objek gelap yang seharusnya terlihat pekat dan kaya justru tampak kusam. Dalam pengujian menggunakan konten film dengan banyak adegan malam, detail subjek sering kali tenggelam dan menyatu dengan latar belakang. Fitur XR Contrast Booster yang diandalkan Sony tidak mampu memberikan peningkatan signifikan untuk memperbaiki masalah kedalaman warna tersebut.

Namun, televisi ini memiliki keunggulan pada aspek reproduksi visual tertentu. Film animasi seperti Hoppers di Disney+ mampu menampilkan estetika artistik yang cukup baik berkat teknologi True RGB. Selain itu, kemampuan perangkat dalam melakukan casting konten dari perangkat eksternal seperti HBO Max berjalan sangat mulus tanpa kendala teknis, berbeda dengan beberapa kompetitor di kelasnya yang terkadang mengalami gangguan.

Dalam hal pengalaman menonton siaran langsung dan olahraga, performa Bravia 7 Mark II tergolong stabil. Siaran World Cup 2026 tampil dengan pergerakan yang halus dan fluiditas gambar yang baik. Meski demikian, untuk konten siaran berita standar, gambar yang dihasilkan cenderung terlihat datar dan sedikit pudar. Mode screensaver yang menampilkan karya seni juga terasa kurang optimal karena kontras yang rendah.

Sektor audio menjadi poin yang cukup menarik. Saat dihubungkan dengan speaker eksternal seperti Klipsch The Nines II, televisi ini mampu memberikan performa Dolby Atmos yang imersif, terutama pada adegan aksi yang kompleks. Sayangnya, kualitas speaker bawaan perangkat ini masih tertinggal dibandingkan dengan kompetitor lain seperti Hisense UR9, yang menawarkan kualitas suara internal jauh lebih bertenaga.

Pengalaman bermain gim pada Bravia 7 Mark II juga memberikan hasil yang beragam. Meskipun refresh rate 120Hz mampu menangani pergerakan cepat dengan baik, kontras pada area bayangan dalam gim sering kali tampak pudar. Bagi para gamer yang mencari responsivitas dan ketajaman visual yang konsisten, performa layar ini terasa kurang impresif mengingat posisi harganya yang berada di segmen atas.

Mengapa Ini Penting

Ulasan ini memberikan peringatan bagi konsumen Indonesia agar lebih kritis dalam memilih televisi kelas menengah yang sering kali memiliki harga tinggi namun belum tentu menawarkan kualitas visual sebanding. Hal ini juga menjadi tolok ukur bagi produsen untuk meningkatkan standar performa kontras dan audio internal di tengah persaingan pasar TV pintar yang semakin kompetitif.

Sumber Asli
Wired
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit